Breaking News:

Serahkan Rekening untuk 3.000 Pelajar, OJK Gelar Opening Bulan Inklusi Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi, Selasa (6/7) menggelar Opening Bulan Inklusi Keuangan melalui zoom dan live streaming.

Tribunjambi/Fitri Amalia
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi, Endang Nuryadin 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi, Selasa (6/7) menggelar Opening Bulan Inklusi Keuangan melalui zoom dan live streaming.

Kegiatan dalam agenda ini yaitu Kick Off Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan penyerahan secara simbolis rekening untuk tiga ribu pelajar dengan nilai total Rp1 miliar.

Kegiatan juga dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, Ketua Baznas Kota Jambi, Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Ketua Asosiasi Industri Jasa Keuangan Provinsi Jambi, Beberapa Pimpinan Bank dan Non Bank, para Guru dan siswa SMP dan MTS di Kota Jambi.

Penandatangan Komitmen Bersama dalam hal Kick Off Program Gerakan Jambi Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dilakukan oleh Kepala OJK Jambi, Wakil Wali Kota Jambi, Kepala Kementrian Agama Kota Jambi, Ketua Baznas Kota Jambi, dan Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan

Kepala OJK Jambi Endang Nuryadin mengatakan, upaya perluasan akses keuangan sudah dilakukan sejak tahun 2016 sudah tertuang dalam peraturan presiden nomor 82 tahun 2016.

“Jadi target inklusi keuangan, artinya masyarakat mempunyai produk tabungan di tahun 2019 yaitu 75% dan ini sudah tercapai,” ujarnya.

Program Gerakan Jambi satu rekening satu pelajar (KEJAR) dalam rangka untuk mendorong pencapaian peningkatan angka jumlah penabung di tahun 2023.

Endang mengatakan, kelompok pelajar memiliki potensi yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Data statistik tahun 2019 menunjukan jumlah pelajar yaitu sebesar 55,7 juta atau 20,86 persen dari total penduduk Indonesia.

“Selain besarnya jumlah pelajar tersebut, hasil riset dalam Indonesia Milenial Reports, menunjukan karakter milenial seperti self development, creativity dan multitasking ability menjadi salah satu dasar yang dapat memperkuat perekonomian Indonesia dimasa depan,” ungkapnya.

Dan diharapkan tahun 2023 angka inklusi keuangan penduduk Indonesia termasuk Kota Jambi, dari 100 orang penduduk Jambi 90 orangnya memiliki tabungan di bank.

Hal ini sesuai arahan Pak Presiden pada rapat terbatas SKNI pada tanggal 28 Januari 2020 yaitu menargetkan tingkat inkluisi Indonesia pada tahun 2023.

Program KEJAR di-launching bertepatan dengan Hari Indonesia Menabung, diharapkan dapat mengakselerasi pencapaian target inklusi keuangan 90% pada tahun 2023.

“Diharapkan pelajar SMP dan MTS dari 100 pelajar diharapakan 90 pelajar telah memiliki tabungan di bank,” ujarnya.

Endang menambahkan untuk mencapai program KEJAR ini memang perlu kerjasama semua pihak terkait. Melalui regulasi, Infrastruktur dan aliansi stratetgis dari berbagai pihak seperti dukungan komunitas atau organisasi lainnya.

Penulis: Vira Ramadhani
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved