Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penanganan Covid

Ridwan Kamil Tepis Hoax Vaksin Covid-19, Ini yang Dirasakan Setelah Disuntik

Setelah terjun dan disuntikan vaksin, Emil mengaku tidak ada dampak medis. Sehingga, masyarakat bisa percaya bahwa vaksin Covid-19 sedang diuji coba

Editor: Duanto AS
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil disusul Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriady dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengenakan masker dan pelindung wajah keluar dari ruangan seusai menjalani tes kesehatan dan tes usap di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Selasa (25/8/2020). Ridwan Kamil bersama Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriady dan Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto menjalani sejumlah tes kesehatan dan tes usap di Puskesmas Garuda sebagai tahapan yang harus dilakukan oleh relawan vaksin sebelum dilakukan penyuntikkan atau uji klinis tahap III Vaksin Sinovac Covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil cerita di balik alasannya menjadi relawan vaksin virus corona.

Ia mengatakan semua berawal dari berita bohong atau hoaks seputar vaksin Covid-19.

Maka dari itu, pria yang akrab disapa Emil ini mendaftarkan diri sebagai relawan vaksin Covid-19.

Ia berharap, dengan mendaftarkan diri sebagai relawan, bisa menepis berita bohong yang berkembang di masyarakat.

Hal itu disampaikan Emil ini saat wawancara dengan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro melalui siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (9/10/2020).

"Sebelum saya jadi relawan, banyak hoax, berita bohong. Bahwa vaksin ini tidak halal, justru menimbulkan tubuh, vaksin ini jualan dari Tiongkok, dibisniskan, pokoknya membuat orang antipatif, ditambahkan tuh nggak ada pemimpin yang mau jadi relawan. Berarti rakyat dikorbankan, rakyat jadi kelinci percobaan. Gara-gara itulah saya, Kapolda (Jabar), Pangdam (Siliwangi) daftar jadi relawan," kata Emil.

PERLU Diketahui, Infrastruktur di Afrika Tak Memadai Tapi Angka Kematian Covid-19 Bisa Rendah

Hebat! Ternyata Ini Cara Orang Rimba Jambi Cegah Covid-19, KKI Warsi: Bersesandingon

Setelah terjun dan disuntikan vaksin, Emil mengaku tidak ada dampak medis.

Sehingga, masyarakat bisa percaya bahwa vaksin Covid-19 sedang diuji coba secara baik dan hati-hati.

"Intinya nggak ada dampak medis. Dengan saya divaksin, saya jadi saksi utama. 'Pak Gub berhasil nggak? Berhasil. Saya ikut disuntik, ini buktinya'. Kalau gagal, saya bilang 'kurang berhasil'. Itulah pentingnya saya ikut itu, bukan katanya-katanya," ungkap Emil.

"Nggak ada masalah. Biasanya kalau vaksin itu demam tapi tidak lama, tapi bengkak-bengkak. Dua-duanya saya nggak ada," jelasnya.

Kedepan, Emil mengungkapkan tantangan yang akan dihadapi setelah vaksin berhasil adalah jumlah tenaga medis untuk memvaksinasi rakyat Indonesia.

Maka itu, ia memberikan usul kepada Presiden Jokowi agar TNI-Polri turut dilatih terkait vaksinasi Covid-19.

"Makanya saya titip ke Pak Jokowi, 'pak kalau boleh dilatih TNI-Polri supaya bantu dokter menyuntik vaksin'. Tanpa itu, kita terlalu lama sehingga baru 2022 normal baru kita, kalau bisa dikompres 3 bulan, insyaallah 2021 bisa lebih baik dibanding tahun ini," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tepis Hoaks Soal Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Jadi Relawan, Ini yang Dirasakannya Usai Divaksin

Nunung Sembuh dari Covid-19, Bisa Diobati Tapi Tak Bisa Disepelekan

Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak Dua Minggu Lagi, Sehari 10 Ribu Kasus, Dampak Demo UU Cipta Kerja

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved