Breaking News:

Makassar Negeri Para Demonstran, Sari Labuna Ditahan Polisi Setelah Bawa 'Keranda' Puan Maharani

Sari Wahyuni Labuna (21 tahun), sudah 36 jam mendekam di sel Mapolrestabes Makassar. Dia ditangkap setelah aksi tolak UU Cipta Kerja.

Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Aksi unjukrasa Tolak Omnibus Law di Jl Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (8102020) malam. 

Makasar Negeri Para Demonstran, Sari Labuna Ditahan Polisi Setelah Bawa 'Keranda' Puan Maharani Aksi Tolak UU Cipta Kerja

TRIBUNJAMBI.COM, MAKASSAR- Sari Wahyuni Labuna (21 tahun), sudah 36 jam mendekam di sel Mapolrestabes Makassar. Dia ditangkap setelah aksi tolak UU Cipta Kerja.

Mahasiswi diploma III kesehatan di Makassar itu digelandang bersama 30 rekannya usai mengusung keranda mayat bergambar Puan Maharani, Ketua DPR RI di pertigaan Jl Sultan Alauddin - Jl Andi Pangeran Pettarani, Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Makassar.

Kini Mahasiswi semester akhir jurusan kesehatan gigi STIKES Amanah, Makassar ini, ditahan bersama 224 mahasiswa dan 4 warga.

Mereka menolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law).

Keranda bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani diarak pengunjukrasa Tolak Omnibus Law di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2020) sore.
Keranda bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani diarak pengunjukrasa Tolak Omnibus Law di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2020) sore. (ist)

“Kita belum ada opsi melepaskan mereka,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada Tribun, Jumat malam.

Hingga pukul 21.00 WITA, pesan kiriman dan panggilan Tribun di nomor ponsel aktivis kelahiran Liang, Kabupaten Luwuk Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah ini, belum direspon.

Sari termasuk jenderal lapangan aksi. Dia termasuk sosok aktivis yang selalu merespon baik wartawan.

Siapa Sari Labuna?

Sari Wahyuni Labuna (21 tahun), mahasiswi diploma III kesehatan di Makassar ditahan di Mapolrestabes Makassar setelah melakukan unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja
Sari Wahyuni Labuna (21 tahun), mahasiswi diploma III kesehatan di Makassar ditahan di Mapolrestabes Makassar setelah melakukan unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja (istimewa)

“Dia bukan aktivis kaleng-kaleng. Dia kritis, mandiri dan selalu senyum,” kata salah seorang rekannya di program diploma III, Jurusan DIII Keperawatan Gigi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Amanah Makassar, Kass-Kassi, Jl Hertasning Baru, Makassar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved