Misterius! Bangkai Gajah Taman Rimbo Dipotong-potong, BKSDA Investigasi Kematian

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi memastikan akan melakukan investigasi kematian gajah tersebut.

Tribun Jambi
Seekor gajah Taman Rimba Jambi mati, Kamis (8/10/2020) pagi. Penyebab gajah Taman Rimbo mati hingga kini belum diketahui. 

Bangkai Gajah Taman Rimbo Dipotong-potong, BKSDA Investigasi Kematian yang Misterius

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Koleksi satwa Kebun Binatang Taman Rimba Jambi kembali berkurang.

Kali ini, seekor gajah Taman Rimba mati, Kamis (8/10).

Yanti, nama gajah Taman Rimbo yang mati itu berjenis kelamin betina.

Kematian gajah yang kerap menjadi tunggangan penghibur pengunjung itu bahkan terkesan ditutup-tutupi.

Unjuk Rasa ke DPRD, PMII Bungo Juga Tolak UU Cipta Kerja, Tidak Mencerminkan Pemerintahan Yang Baik

BKSDA Jambi Benarkan Gajah Betina di Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi Mati

Daging Dipotong-potong, Ekor Gajah Taman Rimba Dimasukkan Truk, Petugas Bilang Sakit Jantung

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi memastikan akan melakukan investigasi kematian gajah tersebut.

Adakah kemungkinan gajah betina tersebut mati karena kandang atau pakannya tidak sesuai mutu?

"Akan dilakukan investigasi mendalam dan evaluasi total. Keputusan ada di pusat Bang," jawab Kepala BKSDA Jambi Rahmad Saleh, saat dikonfirmasi Tribun Jambi, kemarin.

Rahmad mengatakan, dua atau tiga hari sebelumnya sudah dilakukan upaya medis oleh dokter hewan. Bahkan ia juga melihat langsung Yanti.

Untuk mengetahui penyebab kematian gajah tersebut akan dilakukan nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian gajah Yanti.

Kematian gajah ini menambah panjang daftar matinya satwa di sana. Januari tahun lalu secara berturut-turut singa dan harimau Sumatera Taman Rimba juga mati.

Risma Ngamuk, Demo UU Cipta Kerja di Surabaya Rusuh: Setengah Mati Bangun Kota Ini, Kamu Hancurin

Sempat Terjadi Ketegangan, Edi Purwanto dan Wakil Ketua DPRD Dibawa Masuk Aparat ke Gedung DPRD

Belakangan disebut kematian singa karena sakit gagal jantung adapun harimau disebabkan paru-paru basah.

Warga sekitar, Nevi (15) mengaku mencium bau yang tidak sedap di sekitar rumahnya sekira pukul 15.00 WIB.

Untuk mengetahuinya, ia bersama saudaranya melihat langsung gajah yang berjumlah dua ekor itu kini terlihat tinggal satu ekor.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved