Breaking News:

Hakim PN Jambi Arfan Kritik Pemeriksaan Pelabuhan yang Lemah, Sabu 42 Kg dari Batam Bisa Lolos

Empat orang saksi dihadirkan dalam persidangan kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 42 kg

tribunjambi/dedi nurdin
Empat orang saksi dihadirkan dalam persidangan kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 42 kg di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (8/10/2020). 

Sementara dua saksi lainnya Azwar dan Jeki juga dimintai keterangan mengenai prosedur pengawasan di pelabuhan tersebut.

Di persidangan hakim Arfan Yani sempat mempertanyakan mengenai prosedur peneriksaan kendaraan yang kurang ketat.

Seperti keterangan para saksi yang hanya mencatat mobil dan tanpa memeriksa kelengkapan lain termasuk memastikan identitas para pemilik kendaraan.

Mengenai hal itu, saksi Azwar mengaku saat ini pemeriksaan sudah diperketat setelah adanya kasus temuan narkotika jenis sabu 42 Kg tersebut.

"Pasca kejadian ini, pengawasan sudah diperketat pak," kata saksi Azwar kepada ketua majelis hakim Arfan Yani ketika dimintai keterangan.

"Syukurlah kalau ada perubahan, jangan terulang lagi."

"Karena kalau bukan kita yang mengawasi siapa lagi, harus dicek betul aktifitas keluar masuk kendaraan di sana," kata ketua majelis hakim Arfan Yani.

Sementara saksi Dwi Agustina dalam persidangan itu menerangkan tentang pertemuannya dengan terdakwa Maharani.

Saksi mengaku mengenal terdakwa dari Andrial alias Aan JK yang memintanya untuk membeli handphone senilai 12 juta untuk diserahkan kepada terdakwa Maharani.

Alat komunikasi ini pun menjadi alat bukti di persidangan yang ditunjukkan oleh JPU Kejati Jambi saat persidangan.

Halaman
123
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved