Breaking News:

Hakim PN Jambi Arfan Kritik Pemeriksaan Pelabuhan yang Lemah, Sabu 42 Kg dari Batam Bisa Lolos

Empat orang saksi dihadirkan dalam persidangan kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 42 kg

tribunjambi/dedi nurdin
Empat orang saksi dihadirkan dalam persidangan kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 42 kg di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (8/10/2020). 

Hakim Arfan Kritiki Pemeriksaan Pelabuhan yang Lemah Hingga Sabu 42 Kg dari Batam Bisa Lolos

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Empat orang saksi dihadirkan dalam persidangan kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 42 kg di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (8/10/2020).

Tiga dari saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jambi di persidangan adalah Jeki, Azwar dan Ivan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang bertugas di Pelabuhan Roro.

Sementara satu saksi lainnya adalah Dwi Agustina.

Saksi Dwi dihadirkan dihadapan persidangan untuk memberi keterangan dalam perkara terdakwa Maharani alias Rani.

Sementra saksi lainnya terkait dengan terdakwa Weldy.

Ivan saksi yang sehari-hari bekerja sebagai petugas di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal mengaku dua kali melihat mobil Toyota Hilux warna hitam dengan nomor polisi BM 8348 KB melintas di Pelabuhan.

Pada 21 Maret 2020 mobil tersebut naik ke kapal Roro dengan tujuan Batam.

Mobil yang belakangan diketahui memuat narkotika jenis sabu seberat 42 Kg itu kembali terlihat saat di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal pada 24 April dari Batam.

"Waktu itu seperti biasa dicatat nomor mobilnya, waktu ditanya sopirnya bilang dari Batam mau ke Pekan Baru," kata Ivan yang tak menaruh curiga ketika itu.

Halaman
123
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved