Breaking News:

India Hapus Taj Mahal dari Promosi Pariwisata, Sejarawan Sebut Bisa Merusak Sejarah Islam

Secara mengejutkan India menghapus Taj Mahal dari program promosi pariwisata resmi mulai Jumat (2/10/2020).

Editor: Heri Prihartono
Getty Images
India Hapus Taj Mahal dari Promosi Pariwisata, Sejarawan Sebut Bisa Merusak Sejarah Islam 

TRIBUNJAMBI.COM - Secara mengejutkan India menghapus Taj Mahal dari program promosi pariwisata resmi mulai Jumat (2/10/2020).  

 Sejarawan menduga ada upaya merusak warisan Islam di negara itu dan mengesampingkan minoritas Muslim.

Penghapusan mausoleum Mughal abad ke-17 Situs Warisan Dunia UNESCO menyusul penghapusan nama kota Muslim di negara India.

Situs Hindu dan Buddha berada di tempat teratas, tetapi menghilangkan monumen Mughal yang terkenal di dunia.

VIDEO: Nekat Buka Sekolah, Bioskop hingga Kolam Renang Meski Corona Melonjak, Fatal Bagi India

“Dengan menyerang dan merusak sejarah Islam, partai yang berkuasa mencoba melupakan Muslim India," kata Farhat Hasan, seorang profesor sejarah di Universitas Delhi kepada Arab News.

Bahkan, katanya, dapat  menyangkal hak sipil dan politik  dan jika mungkin, hak kewarganegaraan Muslim.

“Untuk menghilangkari hak-hak sipil dan politik Muslim, perlu juga menyangkal hak-hak mereka atas sejarah, dan inilah yang dilakukan sekarang dengan merongrong warisan Islam dan peran politik mereka saat ini,” tambah Hasan.

Pada 2017, ketika Ketua Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath dari Partai Bharatiya Janata (BJP) menjabat, mausoleum marmer putih yang dibangun di Agra oleh kaisar Shah Jahan pada 1632 tidak dimasukkan dalam buklet pariwisata resmi.

VIDEO Kasus Positif Covid-19 di India Terus Melonjak Capai Angka 5,4 Juta

Menurut perkiraan, lebih dari 6 juta wisatawan mengunjungi Agra setiap tahun untuk melihat Taj Mahal.

Pada 2018 hingga 2019, monumen ini menghasilkan pendapatan lebih dari 13 juta dolar AS, baik dari turis asing maupun domestik.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved