Breaking News:

Inspirasi Bisnis

Keciprat Rezeki dari Tren Sepeda

Tren sepeda di masyarakat saat ini, membuat jasa bengkel sepeda ramai konsumen. Terlebih pada masa pandemi Covid-19, orang-orang lebih rajin

Tribun Jambi/Monang Widyoko
Miran (70) berdiri bersama sepeda konsumen di bengkel miliknya, Sabtu (5/9/2020). Selain menerima jasa perbaikan bermacam jenis sepeda, ia juga menjual sepeda bekas. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tren sepeda di masyarakat saat ini, membuat jasa bengkel sepeda ramai konsumen. Terlebih pada masa pandemi Covid-19, orang-orang lebih rajin berolahraga, terutama bersepeda.

Satu di antara bengkel sepeda di Kota Jambi milik Miran (70), yang terletak di daerah Purnama, Sukakarya, Kota Baru ini, turut merasakan keuntungan dari tren sepeda.

"Dibilang ramai tidak, dibilang sepi juga tidak, cukuplah. Hanya saja semenjak corona ini, banyak yang datang memperbaiki sepeda," kata Miran, baru-baru ini.

Ia menangani beragam sepeda, mulai dari sepeda anak-anak hingga sepeda orang dewasa.

"Kebetulan kami di sini baru, baru lima bulan. Bengkel sepeda daerah sini pun masih sedikit, sehingga lumayanlah untuk pendapatan bengkel kami," jelasnya.

"Untuk biaya ya tergantung kerusakan. Biasanya kisaran yang kami tangani mulai dari Rp20 ribu- Rp200 ribu. Harga sparepart juga berpengaruh," jelasnya.

Pria yang mengaku berkecimpung di dunia persepedaan sejak tahun 1970-an ini mengatakan, dulu bengkelnya berada di pasar burung area Pasar Jambi.

Dari sanalah ia memulai bisnis hingga bertahan sampai saat ini.

"Jaman dulu sepeda itu barang mewah, jadi semua bawa sepeda untuk beraktivitas. Menurut saya, tren sepeda akan tetap ada. Karena ini bisa menjadi barang turun temurun. Makanya saya tidak pernah lepas dari usaha sepeda dari dulu," kata Miran.

Sementara, satu dari tiga asisten Miran, Firdaus (27) mengatakan, semenjak pandemi ini mereka selalu kedatangan sepeda rusak. Ia juga mengatakan bengkelnya ramai saat sore hari.

"Sekarang ramai yang ke bengkel, apa lagi sore. Dulu kita pernah ditegur sama warga karena bikin macet. Tapi kami sekarang memberitahu pengunjung untuk menurunkan sepedanya dan cari parkir yang tidak makan jalan," katanya.

Ia juga menambahkan, menurutnya banyak orang yang datang karena pelayanan mereka yang berusaha untuk ramah kepada konsumen, terutama anak-anak.

"Kami itu berusaha dekat kepada orang yang datang, terutama anak-anak ya. Karena kami tahu, di luar sana masih ada bengkel-bengkel seperti ini dan mungkin lebih bagus lagi. Sehingga kami harus memberikan keramahan pada orang-orang. Jika orang sudah nyaman ke sini, saya yakin mereka akan merekomendasikan bengkel ini ke orang lain pula," tutupnya.

Penulis: Monang Widyoko
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved