Breaking News:

Teguran Maut Benny Moerdani Terbukti, Jika Dipatuhi Soeharto Tidak Akan Lengser Dari Kursi Presiden

Mungkin Benny Moerdani merupakan satu-satunya pejabat yang berani melayangkan teguran ke Soeharto. 'Raja intel' ini pernah buat

Editor: rida
(KOMPAS/EDDY HASBY)
Mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR, menuntut Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatan Presiden, pada Mei 1998. 

Benny Moerdani dicopot dari jabatan Panglima ABRI, meski belakangan Soeharto menolak jika disebut pencopotan itu akibat 'teguran maut' yang telah dilakukan sebelumnya.

Suatu hari, pada Agustus 2004, Soeharto menjenguk Benny yang sedang sakit keras.

Dia terbaring di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta.

Di depan Benny, Soeharto secara terus-terang mengakui bahwa teguran yang pernah dilontarkan Benny pada 1984 ternyata benar.

Akibat bisnis anak-anaknya yang ikut memicu krisis ekonomi dan kemarahan rakyat terhadap keluarga Soeharto, pada 21 Mei 1998, kekuasaan Pak Harto tumbang.

Soeharto juga mengatakan kepada Benny, jika teguran itu dipatuhi, dia tidak akan sampai lengser dari kursi presiden akibat demo besar-besaran dan kerusuhan sosial yang terjadi di mana-mana.

Karier militer:

- RPKAD, Kopassus
- Berbagai operasi militer: pembajakan pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 206 pada 1981
- Asisten Intelijen Menteri Pertahanan dan Keamanan
- Asisten Intelijen Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib)
- Kepala Pusat Intelijen Strategis (Pusintelstrat)
- Wakil Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin)
- Pangkopkamtib.
- Panglima ABRI

Karier pemerintahan:

- Kepala Konsulat Indonesia di Malaysia Barat.
- Menteri Pertahanan dan Keamanan
- Konsul Jenderal Indonesia di Korea

Baca kisah-kisah intelijen dan pasukan elite TNI di Tribunjambi.com.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved