Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

AbiyyaCollection Juga Produksi Masker, Sehari Bisa Sampai 50 pcs

Masker abiyya didesain simple, aman, nyaman, modis, tidak engap dan tentunya safety untuk menjaga diri dari virus di masa pandemi ini. Masker ini sang

Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
AbiyyaCollection. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - AbiyyaCollection merupakan brand fashion muslim ternama di Jambi. Didirikan oleh tiga wanita cantik semasa kuliah di Universitas Jambi.

Silvia Balkis satu diantara pendiri Abiyya Collection mengatakan, Pada tiga bulan awal pandemi AbiyyaCollection hanya berfokus pada masker. Saat new normal AbiyyaColection kembali menerima orderan produk lainnya.

“Saat ini Abiyya memproduksi 50 pcs per-hari, namun permintaan pasar melebihi, dan abiyya hanya bisa menghandle 50 pcs. Dari awal April kita telah memproduksi dan menjual masker ribuan pcs sampai saat ini,” ungkapnya kepada Tribunjambi.com melalui WhatsApp, Minggu (27/9/2020).

Masker abiyya didesain simple, aman, nyaman, modis, tidak engap dan tentunya safety untuk menjaga diri dari virus di masa pandemi ini. Masker ini sangat cocok untuk hijaber.

Bisnis Fashion Muslim AbiyyaCollection, Jangkau Pembeli Jabodetabek Hingga Bali

Murkanya Soeharto hingga Todongkan Senjata ke Kepala Jenderal TNI Ini saat G30S PKI, Gegara Hal Ini

Di Tutup-tutupi Selama Ini, akhirnya Meggy Wulandari Perlihatkan Wajah Sang Suami

“Material kita bahan Woolpeach grade A
Detail maskernya dua lapis agar lebih aman dan nyaman ada kantong tisu,” ujarnya.

Masker AbiyyaCollection ada untuk anak-anak dan dewasa serta ada juga untuk yang berhijab. Maskernya polos dan bermotif kekinian. Harga masker beragam dari Rp 9.000-Rp 15 ribu.

Silvia mengungkapkan saat ini banyak bermunculan berbagai produk masker serupa dengan produk Abiyya. Namun abiyya tidak khawatir karena abiyya punya market sendiri dan kita percaya pada value abiyya.

Pengusaha muda ini mengatakan, bahwa berbisnis tidak selalu berjalan dengan lancar. AbiyyaCollection pernah vakum selama satu tahun.

Pada pertengahan 2018 sampai awal tahun 2019. sempat vakum karena mereka bertiga fokus pada tugas akhir kampus. Dan mengharuskan mereka untuk fokus pada kewajiban sebagai mahasiswa, jadi kegiatan abiyya terhenti.

Setelah selesai dengan kewajiban sebagai mahasiswa mereka mencoba mulai membangun abiyya kembali.

“Pada saat itu kita khawatir kepercayaan sahabat abiyya berkurang atau hilang terhadap abiyya. Namun saat kita meluncurkan produk mukenah, Alhamdulillah respon pasar sangat baik,” ungkapnya.

Setelah beberapa bulan mengeluarkan produk barunya yaitu mukenah, hambatan kembali datang yaitu adanya pandemi Covid-19.

“AbiyyaCollection sangat merasakan sekali dampak pandemi ini, pada awal pandemi yaitu bulan maret orderan abiyya sangat berkurang drastis,” ujarnya.

Silvia mengungkapkan bahwa barang-barang abiyya merupakan barang sekunder barang pendukung atau penunjang fashion, bukan barang primer atau kebutuhan utama.

Jadi pembeli atau sahabat Abiyya harus mengerem keinginan mereka pada kebutuhan sekunder, karena mereka ada yang kehilangan pekerjaan, dan berkurangnya penghasilan.

“Terkait kondisi yang terjadi kita melihat peluang baru, kita membuat kebutuhan primer saat ini seperti masker,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved