Breaking News:

Musim Pancaroba Mempercepat Vektor Penyebaran DBD, Warga Jambi Diminta Terapkan 3M

Tercatat tahun ini hanya ada 20 kasus DBD, angka ini jauh menurun jika dibandingkan kasus 2019 yang mencapai 648 kasus..

Istimewa
Ilustrasi nyamuk 

Musim Pancaroba Mempercepat Vektor Penyebaran DBD, Warga Jambi Diminta Terapkan 3M

TRIBUNJAMBI, JAMBI - Kasus demam berdarah (DBD) dari Januari 2020 - 23 September 2020 mengalami penurunan. Tercatat tahun ini hanya ada 20 kasus, angka ini jauh menurun jika dibandingkan kasus 2019 yang mencapai 648 kasus..

"Kami sempat kecolongan di awal bulan 2020 ini. Penderita DBD dari tahun 2019 mengalami peningkatan hampir 100 persen," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr Najatul Hasanah kepada Tribunjambi.com via telepon, Jumat (25/9/2020).

"Untuk penderita DBD yang meninggal sampai 23 September 2020 ada 13 orang," tambahnya.

Naja mengatakan untuk kasus yang paling banyak itu ada di Kota Jambi, diikuti Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Dari jumlah total keseluruhan 1.879 penderita dari Januari - September ada 691 penderita dari Kota Jambi. Kemudian dari 13 kematian dari Kota Jambi ada 8 kematian," bebernya.

Musim Pancaroba Kasus DBD dan Diare Meningkat, Dinas Kesehatan Ingatkan Warga Jambi untuk Waspada

Terapkan Protokol Kesehatan Sasat Kampanye Pilkada Jambi, Al Haris Tegur Pendukung yang Melanggar

Memang terjadi penurunan kasus, namun menurutnya pencegahan akan lebih baik dilakukan untuk menekan angka kasus DBD di bulan-bulan ke depan.

"Musim pancaroba ini kan dingin, cuaca seperti ini yang disenangi vektor (organisme yang menyebarkan penyakit) untuk berkembang biak," kata Naja.

"Lalu juga perubahan cuaca yang sangat cepat akan menyebabkan daya tahan tubuh si manusianya menurun. Selain itu, cuaca yang berubah dengan cepat akan mengubah tekanan udara, suhu, serta komposisi udara. Ini juga yang membuat manusia menjadi mudah terserang penyakit," katanya menambahkan.

Jadi menurutnya menjaga kebersihan saat ini sangat diutamakan. Baik kebersihan diri dan juga lingkungan.

"Dalam pemberantasan nyamuk DBD itu cara satu-satunya ya adalah kita giat membersihkan lingkungan tempat tinggal kita. Caranya adalah 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur semua yang bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk," ujarnya.

Naja juga menyampaikan jangan hanya mengandalkan fogging. "Memang benar fogging itu membunuh nyamuk. Tapi yang mereka bunuh itu nyamuk-nyamuk dewasa. Tidak pada jentik nyamuk yang akan berkembang kelak menjadi nyamuk dewasa," jelasnya.

"Jadi dihimbau untuk masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Dengan menerapkan 3M tadi. Agar kita sama-sama terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh musim, satu di antaranya DBD tadi," pungkasnya. (Tribunjambi/Widyoko)

Penulis: Monang Widyoko
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved