Breaking News:

Inspirasi Bisnis

Isi Masa Pensiun dengan Tanaman Hidroponik, Marwan Mulai Pasarkan ke Pasar dan Media Sosial

Purna tugas saat pandemi corona, Marwan mencari kesibukan dengan bercocok tanam. Halaman depan rumah seluas 10 meter persegi

Tribunjambi/Yon Rinaldy
Marwan mengembangkan tanam hidropinik usai pensiun dari Dinas Pertanian Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Purna tugas saat pandemi corona, Marwan mencari kesibukan dengan bercocok tanam. Halaman depan rumah seluas 10 meter persegi itu disulap Marwan menjadi perkebunan hidroponik.

Kombinasi instalasi paralon dan asbes telihat rapi di halaman depan rumahnya di Lorong Gardu, Mayang Magurai, Kota Jambi. Tanaman pokcoy, sawi dan kangkung berjejer rapi. Menghadirkan suasana asri perdesaan yang masih alami. Ditambah lagi semilir angin, yang membuat siapa saja betah untuk berlama-lama di sana.

Mengahiri masa bakti di Dinas Pertanian Kota Jambi bulan Mai 2020. Pria asal Aceh ini hanya butuh waktu satu bulan untuk mempersiapkan instalasi hidroponiknya. Ia menghabiskan dana sekitar Rp11 juta.

Marwan mengatakan selain mengisi waktu luang, kebutuhan akan pangan bebas pestisida dan menjadi alasannya berkebun hidroponik.

“Semakin bertambah umur, semakin kita butuh pangan yang sehat,” ujarnya belum lama ini.

Pada awalnya, bertani hidroponik ini hanya untuk mengisi waktu luang. Saat ini ia sudah mulai memasarkannya juga.

Pria berkaca mata ini memilih nama HMW Hidroponik untuk brand sayuranya. Produknya sendiri dapat dijumpai di Pasar Vila Kenali. Selain itu dia juga memasarkan secara online, dengan memanfaatkan media sosial.(cay)

Lebih Murah dengan Asbes

ADA banyak pilihan material untuk membuat instalasi hidroponik. Satu diantaranya mengunakan material Asbes. Seperti dilakukan Marwan, memanfaatkan halaman depan rumahnya untuk bertani hidroponik.

Dia memilih menggunakan material asbes karena faktor biaya yang jauh lebih murah dari paralon. Untuk 700 lubang tanam, jika menggunakan asbes hanya butuh enam keping. Satu keping asbes berkisar Rp120 ribu.

Sedangkan jika menggunakan paralon, untuk lubang tanam yang sama membutuhkan 28 paralon.

Mudahnya dalam melakukan perawatan instalasi juga menjadi keunggulan lain material ini. Jika instalasi ditumbuhi lumut. Hanya perlu membuka penutup asbes. Dan tinggal dibersikan mengunakan kuas. Hal ini tidak bisa dilakukan jika mengukan instalasi paralon.

Idealnya, pengunaan meterial asbes ini dikombinasikan dengan styrofoam sebagai penutupnya. Marwan berinovasi dengan mengunakan asbes sebagai dasar dan penutupnya.

Dia mengatakan faktor biaya yang memaksanya mengunakan dobel asbes. “Styrofoam tidak dijual di Jambi, beli di online biaya kirimnya besar sekali,” ujarnya.

Penulis: tribunjambi
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved