Curah Hujan Tinggi, Banjir di Jambi Berpotensi Akibatkan Gagal Panen
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Selain bencana hidrologi di kawasan pemukiman, curah hujan yang tinggi juga berpotensi menyebabkan genangan di kawasan perkebunan dan pertanian masyarakat.
Akibatnya, menurut Rudiansyah Direktur Eksekutif Walhi Jambi, dapat menyebabkan gagal panen. Hal tersebut dikatakannya, mengingat curah hujan kembali tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
"Ini mengganggu produktivitas dan kualitas hasil tani masyarakat," kata Rudiansyah.
Bencana hidrologi yang dimaksudnya adalah banjir dan longsor yang terjadi di Provinsi Jambi.
• Jalan Batang Asai Masih Lumpuh Akibat Longsor, Kapolsek Ingat Warga Hati-hati Longsor Susulan
• Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020
• Rebut Beasiswa Puluhan Juta, Sinsen Gelar Kontes Guru SMK TBSM
Dia mengatakan, kawasan hilir Provinsi Jambi masih menjadi kawasan rawan banjir, bahkan kawasan hulu pun saat ini juga termasuk wilayah yang berpotensi banjir. Di saat yang sama, potensi longsor di kawasan hulu Provinsi Jambi juga cukup besar.
Rudi menjelaskan, hal ini dikarenakan alih fungsi lahan yang semakin masif.
"Sehingga kalau kita lihat, tanpa hujan rutin, hujan dua sampai empat jam saja air sudah naik," timpalnya.
Untuk itu, ulas Rudi, perlu upaya bersama untuk menangani hal ini. Pihak industri, perusahaan mau pun mesti membuat ruang terbuka hijau (RTH). Selain itu, pemerintah dalam situasi yang rumit ini juga perlu membangun infrastruktur, seperti drainase, embung, hingga infrastruktur di sungai.
Masyarakat pun mesti ikut berperan untuk menjaga lingkungan. Sebab, kata dia, satu di antara penyebab terjadinya bencana hidrologi ini karena kebiasaan masyarakat yang tidak menjaga lingkungan.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/banjir-di-desa-simpang-kecamatan-berbak.jpg)