Ubi Kayu Jadi Menu Andalan Cafe Poenja Rakjat, Ternyata Begini Cara Ambok Mengolahnya
Kita tentu sudah kenal dengan ubi kayu atau singkong. Bahan pangan satu ini memang sudah familiar di masyarakat kita.
Penulis: tribunjambi | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI – Kita tentu sudah kenal dengan ubi kayu atau singkong. Bahan pangan satu ini memang sudah familiar di masyarakat kita.
Pengolahanyapun sangat mudah, selain direbus dan digoreng, ubi kayu juga bisa diolah menjadi bahan jajanan tradisional.
Ditangan Ambok Hariansyah (24), ubi kayu dijadikanya menu utama di kafe miliknya.
Kafe yang diberi nama Poenja Rakjat ini bertempat di Kebon Sembilan,Kabupaten Muaro Jambi. Kafe ini memang sengaja menjadikan makanan tradisional sebagai menu utamanya.
Tentunya bukan hanya sekedar ubi goreng. Ada proses kreatifitas sehingga layak untuk disandingkan dengan menu-menu modern.
• Hari Ini Bertambah 4.168 Kasus Covid-19 di Indonesia, Jambi Sudah Total 372 Orang Terinfeksi
• BREAKING NEWS: Istri dan Anak Bungsu Wali Kota Jambi, Yuliana dan Fabian Dinyatakan Positif Covid-19
Ambol menceritakan, untuk menghasilkan ubi layak jual dimulai dari pemilihan bahan baku ubi itu sendiri, “Hanya bahan berkualitas yang kita gunakan,” ujarnya.
Lalu, diproses dengan metode dan rempah khusus sehingga menghasilkan tekstur yang empuk dan rasa yang nikmat.
Uniknya, menu ini ada perpaduan empuk dan renyah. Ketika digigit ada sensasi crunchy di setiap gigitan.
Selain itu, menu yang diberi nama ubi rakyat ini memiliki kombinasi rasa gurih yang didominasi rasa manis yang menjalar di lidah.
Ambok mengatakan, rasa gurihnya berasal dari rempah pilihan sedangkan rasa manis berasal dari lumeran madu.
“Kita tidak menggunakan gula atau pemanis buatan di setiap menu kita,” ujarnya.
Satu porsi, ubi rakyat ini di jual seharga Rp 10 ribu. ( Tribunjambi.com/Rinaldi).