Breaking News:

Harga Pinang Turun, Pengepul di Tanjab Timur Merugi Karena Petani Minta Harga Tinggi

Komoditas pinang di Kabupaten Tanjab Timur dalam dua bulan terakhir mengalami penurunan.

ist
Petani pinang di Tanjab Timur. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Komoditas pinang di Kabupaten Tanjab Timur dalam dua bulan terakhir mengalami penurunan.

Hal ini dikatakan Prasitio (23) pengepul pinang di Desa Talang Babat, Kecamatan Sabak Barat, Tanjab Timur.

Ia mengatakan saat ini pinang sedang mengalami penurunan hingga Rp 2 ribu, dari harga sebelumnya Rp 16 ribu, tetapi petani tetap mempertahankan harga tinggi untuk pengepul gelondongan.

"Saya beli yang gelondongan (yang belum di kupas), sekarungnya Rp 165 ribu, sedangkan harga pinang saat ini Rp 14 ribu per kilo," ujarnya kepada Tribunjambi.com Sabtu (19/9/2020).

Bazar Murah Mitra Bangunan Tinggal 12 Hari Lagi, Diskon Up To 70 %

Istri dan Dua Anak Wali Kota Jambi Positif Covid-19, Ini Pesan Fasha ke Warga, Diungkap Kabag Humas

Lebih lanjut, dia merincikan dari sekarung gelondongan itu bisa menghasilkan 13 kilo, setelah pinang itu dikupas, jemur dan kemudian baru dijual lagi ke pengepul.

"Terakhir saya beli yang gelondongan itu seharga Rp 165 per karung dari petani pinang, pernah paling murah dulu Rp 113 ribu," tuturnya.

Kondisi ini membuat kerugian yang pernah dialami Tio, bahkan menurutnya harga dari petani tidak bisa dijangkau oleh pengepul seperti saya.

“Pinang yang didapatkan kebanyakan dari Mendahara, Geragai dan Sabak Timur, ia berharap agar petani menyesuaikan harga penurunan yang terjadi saat ini.

"Petani pinang harus menyadari bahwa harga turun. Apalagi sekarang pemasukan buah pinang juga lancar, kalo saya jual mahal pasti ambil ke petani juga naik harganya. Jadi dampaknya bukan hanya saya sebagai pengepul, tetapi juga ke petani," pungkasnya. (Tribunjambi.com/musa)

Penulis: tribunjambi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved