Breaking News:

Status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Jambi Diperpanjang hingga Akhir Oktober, Ini Alasannya

Status siaga darurat Kebakaran Hutan dan lahan di Provinsi Jambi diperpanjang hingga akhir Oktober.

Tribunjambi/Zulkifli
Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni selaku tim Satgas Karhutla Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Status siaga darurat karhutla di Provinsi Jambi diperpanjang hingga akhir Oktober mendatang. Seyogyanya status siaga Karhutla berakhir pada 26 September ini.

Hal itu berdasarkan hasil rapat Satgas Karhutla yang digelar di Kantor BPBD Provinsi Jambi, Jumat (18/9/2020).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan perpanjangan status ini diambil setelah mendapat penjelasan dari pihak BMKG bahwa pada September hingga pertengahan Oktober ini curah hujan masih kategori sedang belum lebat.

"Jadi keputusan rapat, untuk mengantisipasi takutnya nanti pas kita cabut ternyata hujanya memang belum merata, terjadi kebakaran, mengakibatkan covid. Maka kesimpulanya kita perpanjang sampai akhir Oktober," sebut Bachyuni.

Dinilai Strategis, Haris-Sani Akan Lanjutkan Pembangunan Ujung Jabung Warisan Zumi Zola

Optimis Raih 65 Persen Suara dari Tanjab Barat, Ini yang Dilakukan Ketua Koalisi Pemenangan CE-Ratu

Hanya 900 Ribu Lembar di Jambi, Begini Cara Dapatkan Uang Pecahan Rp 75 ribu

Namun jika pertengahan Oktober hujanya sudah lebat, maka status siaga akan dicabut.

Personel maupun armada yang telah disiagakan seperti helikopter tetap distandby kan. Seluruh Kepolisian di Polsek akan tetap memantau meski selama ini telah berjalan. "Patroli 2 tapi satu mungkin kembali, heli Bombing ada 5 masih standby," ujarnya.

Sementara itu, meski tak separah tahun lalu, saat ini jumlah kebakaran hutan dan lahan (Karahutla) di Provinsi Jambi seluas 326,19 hektare lahan yang terbakar. Dari lahan yang terbakar, mampu dipadamkan dengan 400 kali water Boombing.

Operasi udara 400 kali boombing ini dilakukan di wilayah yang sulit terjangkau dan sulit dipadamkan dengan jalur darat.

Untuk lahan yang terluas terbakar ada di Kabupaten Tanjab Timur seluas 100,05 hektare. Selanjutnya, Kabupaten Sarolangun seluas 96,34 hektare. Kemudian ada juga lahan yang terbakar di kabupaten lainnya yakni Kabupaten Batanghari seluas 6,05 hektare lahan.

Kemudian, di Kabupaten Bungo seluas 26,3 hektare lahan, selanjutnya di Kabupaten Merangin dengan luas 26,85 hektare. Kemudian Kabupaten Muarojambi dengan luas 21,00 hektare lahan. Selanjutnya Kabupaten Tanjab Barat dengan luas 27,7 hektare lahan.

Kemudian, di Kabupaten Tebo dengan luas 11,09 hektare lahan dan Kabupaten Kerinci dengan luas 10,8 hektare lahan.

Sementara untuk anggaran penanganan karhutla ini banyak dibantu dengan dana siap pakai. Sementara untuk kabupaten, bisa menggunakan dana APBD mendahului, yakni Kabupaten Tanjab Timur, Kabupaten Tanjab Barat dan lainnya.

Untuk dana APBD Provinsi Jambi sendiri berkisar Rp400 juta. Sementara untuk dana APBN belum bisa dicairkan. Saat ini tim BNPB sedang melakukan verifikasi. Sementara untuk saat ini baru APBD mendahuli yang baru dicairkan kurang dari Rp100 juta.

“Ini kita gunakan untuk biaya operasional saja dulu, seperti penurunan personel dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Penulis: Zulkipli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved