Pelecehan Seksual di Kota Jambi

Gadis Muda Mengaku Jadi Korban Pelecehan, UPTD PPA Kota Jambi Desak Kepolisian Segera Usut

Kompas.com
Ilustrasi Pelecehan Seksual 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI-Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, mendesak pihak Polresta Jambi segera mengusut kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami DT (24).

DT mengaku dilecehkan seorang manager HRD saat proses wawancara kerja di sebuah diler sepeda motor, Selasa (15/9) lalu.

Kasubbag UPTD, Deni menuturkan, saat ini pihaknya tengah mendampingi DT untuk melanjutkan proses hukum.

Menurutnya, pihak kepolisian harus segera melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Sejauh ini, kata Deni, pihaknya hanya bisa menunggu keputusan dari pihak kepolisian.

"Kita masih menunggu dari pihak kepolisian, karena, laporan secara resminya belum ada keluar dari mereka," kata Deni, saat ditemui di kantornya, Kamis (17/9) sore.

Lagi Interview, Gadis Muda di Jambi Mengaku Dicabuli Pegawai Diler Sepeda Motor

Sopir di Jambi Nekat Bunuh Bekas Tetangganya, Cemburu Buta Lihat Ekspresi Sang Istri

Dia berharap, pihak kepolisian bergerak cepat, sebab kata Deni, tidak menutup kemungkinan ada banyak korban lain yang mengalami hal serupa namun tidak melapor.

Menurutnya, pelaku harus segera dilakukan pemeriksaan, pasalnya, korban hingga saat ini masih mengalami trauma dan tidak mau banyak bicara.

"Kita tidak tahu ini, jika tidak segera diperiksa secara benar, bisa saja ada DT yang lain, dan bahaya jika perusahaan sudah ada yang seperti itu," tegasnya.

Saat ini, pihaknya telah menyiapkan psikolog untuk mendampingi korban, katanya, hasil dari pemeriksaan psikolog akan menjadi salah satu bukti terjadinya pelecahan.

"Kita akan dampingi terus korban, besok akan ditangani psikolog, dan jelas, kita akan tetap menuntut hukuman bagi yang bersalah," imbuhnya.

Saat di temui di Kantor PPA Kota Jambi, DT tidak banyak bicara.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Suhardi Hery Haryanto menuturkan, saat ini pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan korban.

"Kita pasti akan jadwalkan, kita masih memenuhi alat bukti, baru kita proses lebih lanjut," kata Suhardi, saat dikonfirmasi via seluler, Kamis (17/9) sore.

"Yang pasti kasusnya masih dalam lidik, masih kita pelajari," tutupnya.