Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Dinas Kesehatan Tanjabtim Catat Empat Penambahan Kasus Virus HIV Tahun Ini

Kabid P2P Dinas Kesehatan Tanjabtim, Jumiati menuturkan, untuk kasus virus HIV sendiri masih ditemukan. Meski pada tahun sebelumnya tidak terdata pena

Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Tahun ini Dinas Kesehatan Tanjabtim kembali mencatat empat orang terkonfirmasi virus HIV.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Tanjabtim, Jumiati menuturkan, untuk kasus virus HIV sendiri masih ditemukan. Meski pada tahun sebelumnya tidak terdata penambahan kasus.

"Artinya tahun lalu sempat nol penambahan kasus virus HIV. Namun berdasarkan laporan dari puskesmas tahun ini ada penambahan empat kasus baru," ujarnya, Kamis (17/9/2020).

Ketahui Tentang Wasir Atau Ambeien Mulai dari Penyebabnya Hingga Cara Mengobati

500 Ribu Data Pemilih di Jambi Tak Penuhi Syarat Mencoblos di Pilgub 9 Desember

Kabar Gembira, Empat Angkatan CPNS Tanjabbar Lulusan 2019 Segera Dilakukan Pra Jabatan

"Penambahan kasus baru tersebut, ada di beberapa kecamatan di Tanjabtim," katanya.

Dijelaskannya pula, banyak faktor yang menyebabkan kasus tersebut dapat meningkat ataupun terjadi tren penurunan.

Tergantung dari pola hidup individu atau masyarakat itu sendiri, terutama dalam hal berhubungan seks.

Meski sebagian orang khawatir dengan menggunakan barang bekas pakai dapat beresiko tertular, semisal dalam penggunaan pisau cukur dipangkas rambut.

"Untuk diketahui virus HIV sendiri tidak menular melalui luka kecil akibat sayatan ringan seperti pisau cukur, dan juga sifat virus HIV tadi tidak bisa bertahan lama di ruang terbuka (terpapar angin) maka virus lemah," jelasnya.

"Kecuali penularan sangat beresiko besar jika terpapar melalui cairan, darah (jarum suntik secara bergantian) dan seks bebas," tambahnya.

Lanjutnya bagi pasien yang dinyatakan positif HIV, dapat hidup normal seperti masyarakat lainnya bahkan dapat berkeluarga dan memiliki keturunan yang normal pula, dengan catatan yang bersangkutan harus rutin meminum obat tanpa putus selama hidupnya.

"Jika si penderita tadi lalai atau abai maka itu dapat membahayakan pasangan ataupun keturunannya," bebernya.

"Karena obat itu sendiri sifatnya bukan membunuh tetapi melemahkan virus saja," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved