Breaking News:

Hari Raya Galungan dan Kuningan

Tradisi Ngelawar di Berbagai Perayaan Masyarakat Bali Seperti Hari Raya Galungan, Ini Maknanya

Tradisi ngelawar erat dengan berbagai perayaan masyarakat Bali yang melibatkan berkumpul bersama teman dan keluarga.

Tribun Jambi
ilustrasi galungan 

TRIBUNJAMBI.COM - Di Bali ada tradisi membuat lawar dan memakannya bersama-sama yang disebut juga ngelawar.

Tradisi ngelawar erat dengan berbagai perayaan masyarakat Bali yang melibatkan berkumpul bersama teman dan keluarga, termasuk salah satunya adalah perayaan Galungan.

Lawar adalah makanan khas Bali yang biasanya berupa campuran sayuran dan daging cincang berbagai jenis yang direbus lalu dicampur dengan bumbu gede atau bumbu lengkap.

Sama-Sama Hari yang Disucikan Umat Hindu, Ini Perbedaan Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan

Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan Berbahasa Bali dan Bahasa Indonesia

Tradisi ngelawar punya makna cukup dalam.

Makna ngelawar lebih dalam dari sekadar berkumpul bersama teman dan keluarga, tapi juga bermakna kedekatan, kebersamaan, dan kesetaraan antar-manusia yang berpartisipasi dalam lawar.

Tradisi ngelawar ternyata sudah ada sejak zaman kerajaan Bali.

Selain terbuat dari sayuran dan daging serta kulit hewan yang direbus dan diberi bumbu gede, lawar juga biasanya disertai dengan aneka sate, balung, dan daging lainnya.

Lawar dalam tradisi Bali biasa dilakukan ketika upacara Panca Yadnya sebagai persembahan dan juga untuk dimakan.

Untuk persembahan, peletakan lawar tak bisa sembarangan.

Lawar harus diletakkan sesuai arah mata angin.

13 Fakta dari Bunga Edelweis, Bunga Abadi yang Tumbuh di Gunung dan Dilarang Untuk Dipetik

Halaman
1234
Editor: Nurlailis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved