Sakit Hati Disebut Belum Menikah, Kakek 63 Tahun Tikam Seorang Pedagang Rokok hingga Tewas

Pelaku yang merasa sakit hati kemudian mendatangi korban yang sedang berjualan rokok di Jalan Jenderal Sudirman

Editor: Tommy Kurniawan
tribunsumsel.com/Edison
ilustrasi tewas 

TRIBUNJAMBI.COM - Anggota Polres Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, menangkap pria berinisial S (63) lantaran diduga menusuk seorang pedagang asongan bernama Kenedi (43) hingga tewas.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lubuk Linggau AKP Alex Adrian mengatakan, motif pelaku menusuk Kenedi itu dipicu dendam.

Menurut Alex, kakek yang berusia 63 tahun itu sering disebut belum menikah.

Selain itu, pelaku pernah dipukul oleh korban.

Pelaku yang merasa sakit hati kemudian mendatangi korban yang sedang berjualan rokok di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I.

Saksi Hidup Peristiwa G30S/PKI Ungkap Iming-iming Gabung dengan Daging dan Gizi 4 Sehat 5 Sempurna

Reaksi Mengejutkan Rizky Billar Jika Ternyata Lesti Kejora Memilih Menikah Dengan Harris Vriza!

Gisel Mengaku Merasa Bersalah Telah Memisahkan Gempi dengan Gading Marten

Sering Disebut Belum Nikah, Seorang Kakek Berusia 63 tahun Tusuk Pedagang Asongan

"Setelah korban ditusuk, pelaku langsung kabur. Korban sempat dirawat di rumah sakit, namun meninggal karena lukanya cukup parah," kata Alex saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (15/9/2020).

Alex mengatakan, pelaku berhasil ditangkap pada Senin kemarin, di tempat keluarganya yang berada di  Desa Tanjung Sanai, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Tanpa perlawanan, pelaku langsung dibawa petugas untuk menjalani pemeriksaan.

"Saat pemeriksaan, tersangka didampingi ahli bahasa, karena tunarungu dan tunawicara. Tersangka mengakui telah melakukan penikaman terhadap korban sebanyak satu kali ke arah pinggang kanan bagian belakang dengan menggunakan sebilah pisau," kata Alex.

Atas perbuatannya, pelaku disangka melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara selama 15 tahun.

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved