Berharap Hukuman Seumur Hidup Dikurangi, Sugeng Pelaku Mutilasi di Malang Malah Divonis Hukuman Mati

Ingin hukuman seumur hidup berkurang, malah mendapat hukuman mati. Itu dialami Sugeng Santoso (50) pelaku mutilasi di Kota Malang.

Editor: Rahimin
Aminatus Sofya/Surya
Terdakwa Sugeng Santoso saat mengikuti persidangan di PN Malang dengan agenda pembacaan nota pembelaan beberapa waktu lalu. Pria asal Jodipan kota Malang ini akhirnya divonis 20 tahun penjara. 

TRIBUNJAMBI.COM - Ingin hukuman seumur hidup berkurang, malah mendapat hukuman mati. Itu dialami Sugeng Santoso (50) pelaku mutilasi di Kota Malang

Sugeng sebelumnya dialami Berniat meringankan hukumannya setelah divonis hukuman seumur hidup, malah diputus hukuman mati.

Terpidana kasus mutilasi tersebut divonis hukuman mati oleh Mahkamah Agung, setelah ia melakukan kasasi.

"Kami sudah terima keputusan dari Mahkamah Agung yang memperbaiki keputusan pengadilan menjadi hukuman mati," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Andi Darmawangsa, saat diwawancara usai operasi masker di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang, Selasa (15/9/2020) malam.

Pergub ‘Masker’ Sudah Terbit, Didenda Rp 50 Ribu sampai KTP Ditahan, Oknum Dosen Protes

DAFTAR 34 Daerah Berstatus Zona Merah Sudah Berubah Menjadi Status Zona Oranye

Warga Menolak Nilai Ganti Rugi Pembebasan Lahan Jalan ke Ujung Jabung, Harga Terlalu Rendah

Vonis hukuman mati oleh MA memperberat vonis yang telah dijatuhkan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang dan Pengadilan Tinggi (PT) di Surabaya.

Sebelumnya, Sugeng dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Kota Malang dalam persidangan di PN Kota Malang.

Sugeng Santoso (49), terduga pemutilasi wanita di Malang.
Sugeng Santoso (49),pelaku pemutilasi wanita di Malang. (Facebook)

Namun, hakim PN Kota Malang memvonis Sugeng dengan hukuman penjara selama 20 tahun.

Melalui tim penasehat hukumnya Sugeng melakukan banding ke Pengadilan Tinggi di Surabaya dan hasilnya menguatkan putusan vonis PN Kota Malang.

Sugeng kemudian mengajukan kasasi ke MA. Hasilnya, hukuman untuk Sugeng diperberat menjadi hukuman mati.

Syafril Nursal Minta Tim dan Simpatisan Lakukan Politik Santun di Pilgub Jambi

Detik-detik Mencekam Dua Pesilat PSHT Dibacok Orang Tak Dikenal: Semua Pelaku Pakai Cadar

Ahok Mendadak Minta Kementrian BUMN Dibubarkan Saja: Gak Kerja Tapi Gaji Pokok Rp 75 Juta!

"Dituntut seumur hidup, diputus 20 tahun. PT menguatkan 20 tahun, Mahkamah Agung putus mati," kata Andi.

"Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi terdakwah dan JPU. Memperbaiki putusan pengadilan negeri menjadi hukuman mati," ujar dia.

Andi belum mengetahui pertimbangan MA memberikan vonis hukuman mati. Sebab, dirinya belum mendapatkan berkas salinannya. "Yang kami terima baru petikan. Belum putusan yang penuh," kata dia.

PK atau Grasi Presiden

Andi mengatakan, masih ada dua pilihan langkah hukum yang bisa dilakukan oleh Sugeng.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved