Breaking News:

Tragedi G30S PKI

Tragedi G30S PKI, Putri Jenderal Korban PKI Ini Ngaku 20 Tahun Obati Luka Batin Lihat Ayah Disiksa

Tragedi G30S PKI, Putri Jenderal Korban PKI Ini Ngaku 20 Tahun Obati Luka Batin Lihat Ayah Disiksa

Ahmad Yani diculik dari rumahnya 

TRIBUNJAMBI.COM - Tragedi G30S PKI di bulan September merupakan peristiwa yang punya banyak nilai historis bagi Indonesia.

G30S PKI adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada malam di tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965.

Pada kejadian kelam tersebut, tujuh perwira tinggi militer Indonesia dari angkatan darat (TNI AD) beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha kudeta.

Satu dari ketujuh perwira tersebut adalah DI Panjaitan.

Subsidi Upah Rp 1,2 Juta Mulai Cair, Aturan Beda Untuk Rekening BCA, Panin, Danamon, Dll

Mahkamah Agung Kabulkan Peninjauan Kembali Asiang Terpidana Kasus Suap di DPRD Provinsi Jambi

Viral Pengakuan Mantan Istri Dory Harsa, Blak-blakan Ungkap Sifat Asli Suami Nella Kharisma

Pria bernama lengkap Donald Isaac Panjaitan ini meninggal pada usia 40 tahun.

Usai menamatkan sekolahnya, Panjaitan masuk menjadi anggota militer dan turut dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pada tahun 1962, perwira yang pernah menimba ilmu pada Associated Command and General Staff College, Amerika Serikat ini, ditunjuk menjadi Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad).

Jabatan inilah yang terakhir diembannya saat peristiwa G 30/S PKI terjadi.

Dilansir dari Wikipedia, Panjaitan dibunuh tanggal 1 Oktober 1965.

Pada peristiwa tersebut, ia dibunuh secara sadis.

Putrinya, Catherine Panjaitan menjadi saksi mata detik-detik peristiwa tersebut.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved