Breaking News:

Bandara Corner

Prosedur Keberangkatan dari Bandara Sultan Thaha Jambi Masih Sama Pasca PSBB Jakarta

Walaupun Ibu Kota Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hal tersebut belum berpengaruh pada penerbangan

Tribunjambi/Fitri Amalia
Eksekutif General Managaer (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi Indra Gunawan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Walaupun Ibu Kota Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hal tersebut belum berpengaruh pada penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi rute Jambi - Jakarta.

Eksekutif General Managaer (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi Indra Gunawan mengatakan, penerapan PSBB di Jakarta saat ini belum ada dampaknya terhadap Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pihaknya juga siap mematuhi aturan yang berlaku jika ada perubahan ketentuan terkait pembatasan.

"Saat ini belum ada dampaknya, kita sebagai operator bandara tentunya akan mematuhi aturan yang berlaku apabila nanti ada perubahan ketentuan terkait pembatasan," ujarnya, Senin (14/9).

Selain itu, jumlah penumpang di Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami perbaikan. Rata rata perhari jumlah penumpang 1.000 orang baik datang dan berangkat. Indra mengatakan, bila dibandingkan dengan bulan Mei dan Juni 2020 saat ini peningkatan jumlah penumpang bisa di atas 100 persen. Karena rata-rata jumlah penumpang bulan Mei dan Juni lalu hanya 500-600 penumpang.

Untuk prosedur keberangkatan bagi calon penumpang masih sama dan tidak ada perubahan. Calon penumpang pesawat masih diwajibkan melalui proses verifikasi dan validasi Surat Kesehatan Bebas COVID-19 oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau otoritas setempat.

"Penumpang diwajibkan membawa surat keterangan sehat atau bebas covid-19 yang divalidasi oleh petugas KKP dan diwajibkan mengisi kartu kewaspadaan atau Health Alert Card (HAC) baik itu yang manual ataupun yang melalui elektronik (e-HAC)," jelas Indra.

Sehubungan dengan kebijakan penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta mulai Senin (14/9) oleh Pemprov di DKI Jakarta, yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB, Kementerian Perhubungan memastikan pengendalian transportasi yang diberlakukan tetap sesuai dengan Permenhub 41 tahun 2020 beserta aturan turunannya yaitu Surat Edaran Menhub tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di sektor transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian yang diterbitkan pada 8 Juni 2020 lalu. Hal ini telah disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, melalui siaran pers Sabtu (12/9).

Selain itu, tidak ada penerapan SIKM (Surat Ijin Keluar Masuk) seperti di masa PSBB sebelum masa transisi.

Adapun persayaratan penumpang antar kota akan tetap mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas no 9 tahun 2020 dimana syarat Rapid test (hasil non reaktif) atau tes PCR (hasil negatif) juga masih akan diberlakukan.

Adita mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para operator transportasi agar terus melaksanakan protokol kesehatan dengan pengawasan yang ketat mulai dari keberangkatan, saat perjalanan, sampai di area kedatangan. Para operator prasarana dan sarana harus memastikan semua protokol yang telah tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan no 11 (transportasi darat), No 12 (transportasi laut), No 13 (transportasi udara) dan No 14 (transportasi Kereta Api) terlaksana sesuai ketentuan.

Penumpang maupun petugas wajib menggunakan masker dan menjaga jarak. Sedangkan operator wajib memastikan pembatasan kapasitas maksimal penumpang, menyediakan tempat cuci tangan/hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan pada sarana dan prasaran transportasi secara berkala untuk mencegah penularan Covid-19 di area transportasi publik.

"Ketentuan untuk transportasi antar kota di semua sektor (udara, laut, darat dan kereta api) juga masih sama, tidak mengalami perubahan," pungkas Adita.

Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved