Breaking News:

Travel CV Yosi Mandiri Alami Penurunan Penumpang Hingga 50 Persen Selama Pandemi

Selama pandemi ini, dari berbagai sektor memang sedang kesulitan. Terlebih untuk angkutan antar kota dan provinsi seperti Travel CV Yosi Mandiri.

Tribunjambi.com/Vira
Travel CV Yosi Mandiri 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Travel CV Yosi Mandiri alami penurunan penumpang hingga 50 persen selama pandemi.

Tak hanya itu, sopir travelnya, pun pernah disuruh putar balik oleh tim gugus tugas.

Selama pandemi ini, dari berbagai sektor memang sedang kesulitan. Terlebih untuk angkutan antar kota dan provinsi seperti Travel CV Yosi Mandiri.

Gara-gara Foto Dempet, Ayu Ting Ting Disindir Netizen, Umi Kalsum Bereaksi : Maunya Siapa?

Viral Statemen Wakapolri Soal Pengunaan Preman, Kompolnas: Ada yang Memelintir

DPRD Provinsi Jambi Gelar Paripurna Pemandangan Fraksi Umum Terhadap RAPBDP Tahun 2020

Travel CV Yosi Mandiri, melayani jurusan antar kota dan provinsi. Seperti rute Provinsi Sumatera Selatan dan Sumatera Barat. Travel ini beroperasi setiap hari.

Feri staf dan supir travel ini mengatakan, penumpang sangat menurun pada rute palembang dan padang, menurun hingga 50 persen.

Feri bercerita bahwa travel ini pernah disuruh putar balik oleh tim gugus tugas Covid-19 di perbatasan Padang-Palembang.

“Pernah sebelum lebaran, kita disuruh putar balik sama tim gugus tugas Covid-19 di perbatasan Padang-Palembang. Uang penumpang dikembalikan 100 persen,” ujarnya di loket, Senin (14/9/2020).

Feri mengatakan, travel ini pada bulan April menerima surat dari dinas perhubungan, untuk membatasi penumpang.

“Kita ikutin aturan pemerintah. Jadi saat itu penumpang kita batasi hanya tiga orang. Namun sekarang mulai normal penumpang ada sampai lima orang,” katanya.

Feri menyambungkan penumpang travel ini harus menggunakan masker selama perjalanan, mencuci tangan sebelum berangkat. Tempat cuci tangan telah tersedia di depan loket ini.

“Penumpang kita memang menjaga dirinya juga, memakai masker semua dan ada juga yang membawa handsanitizer sendiri,” ungkapnya

Travel ini tidak naik-turun penumpang dijalan. Penumpang harus naik di loket travel ini.

“Jika ada yang menerima penumpang dijalan mobil atau supirnya diberi peringatan dan skors,” katanya.

Feri mengatakan, sebenarnya semua supir merasa takut dengan pandemi Covid-19. Namun tetap harus bekerja, karena kebutuhan hidup harus terpenuhi.

“Iya kita semua pasti takut, jadi kita lebih menjaga diri saat ini. Demi kebutuhan hidup keluarga,” pungkasnya. (Tribunjambi/vira)

Penulis: tribunjambi
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved