Breaking News:

Klarifikasi Dana Selalu Terkendala, Anggota Polisikan Mantan Ketua KUD Selikur Makmur Bahar Selatan

Kisruh internal Koperasi Unit Desa (KUD) Selikur Makmur, Desa Bukit Jaya, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muarojambi, akhirnya diselesaikan

Tribunjambi/Hasbi
Kepala Desa Bukit Jaya, Bahar Selatan, Khairudin. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUAROJAMBI - Kisruh internal Koperasi Unit Desa (KUD) Selikur Makmur, Desa Bukit Jaya, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muarojambi, akhirnya diselesaikan lewat jalur hukum.

Pasalnya, menurut anggota kelompok tani KUD Selikur Makmur, tiap ingin klarifikasi soal pendanaan dengan mantan pengurus KUD Selikur Makmur, berinisial YI selalu tidak menemukan titik terang.

Akhirnya membuat warga kecewa dan melaporkan YI ke Polda Jambi dan kini kasusnya berlabuh di Pengadilan Negeri Sengeti.

Seperti yang disampaikan Kepala Desa Bukit Jaya, Bahar Selatan, Khairudin yang membenarkan kasus yang menimpa mantan ketua KUD Selikur Makmur. Khairudin mengatakan YI diduga menggunakan dana milik KUD untuk keperluan yang tidak jelas.

Hingga saat ini dirinya bersama warga masih bertanya-tanya terkait aset milik KUD yang ada saat ini.

"Kami pun masih bertanya-tanya mengenai kas dan aset KUD serta mobil yang saat ini digunakan Pak Y, karena setiap dilakukan klarifikasi selalu menemukan jalan buntu," kata Khairudin, Minggu (13/9).

Menurut Khairudin, sudah dua kali pihaknya melakukan klarifikasi kepada mantan ketua KUD tersebut. Harapannya, YI mau terbuka dan mengembalikan dana serta aset KUD tersebut.

"Namun, tidak ada titik temu penyelesaiannya, itulah dasarnya kami sepakat dengan anggota kelompok tani untuk menempuh jalur hukum untuk mencari kebenaran tersebut. Saat ini kasusnya sudah masuk tahap persidangan," terangnya.

Rugi Lebih Rp3 Miliar

ANGGOTA kelompok tani yang ada di KUD Selikur Makmur Desa Bukit Jaya Kecamatan Bahar Selatan sebelum melaporkan mantan ketua KUD periode 2013-2019 inisial YI sudah lakukan rapat secara kekeluargaan.

Pelaporan itu berawal dari kecurigaan anggotanya dengan menurunnya pendapatan dan aset milik KUD tersebut. Kepala Desa Bukit Jaya Kecamatan Bahar Selatan, Khairudin menyampaikan agar tidak ada berprasangka buruk dalam kesepakatan anggota KUD, mencoba melakukan audit pembukuan KUD dengan mendatangkan auditor.

"Setelah dilakukan audit, diketahui adanya temuan KUD Selikur Makmur mengalami kerugian sekitar Rp3,095 miliar. Ini belum termasuk dana pembelian mobil baru sebanyak lima unit secara kredit,” kata Khairudin.
Selain masalah kas dan aset yang belum selesai, KUD Selikur Makmur juga tengah menghadapi masalah tunggakan pajak tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai kurang lebih Rp900 juta.

"Sejujurnya kami prihatin juga, karena jumlah pajak yang diduga tidak dibayarkan oleh pengurus yang lama jumlahnya besar, termasuk SPT tahunan yang belum disampaikan berikut dendanya tidak main-main, jumlahnya, "jelasnya.

Ia juga menyampaikan dari besaran tunggakan pajak itu, sudah mereka lakukan pembayaran tunggakan secara mengangsur sebesar Rp300 juta. Selama ia menjabat juga banyak dikeluhkan masyarakat yakni kurang transparannya pengurus dalam mengelola keuangan KUD diantaranya mengenai harga TBS dan yang lainnya sehingga anggota kelompok tani selalu bertanya-tanya.

"Masyarakat hanya minta selesaikan secara kekeluargaan minta dikembalikan aset serta kerugian namun bersikeras tidak mau akhirnya anggota sepakat melaporkan yang bersangkutan ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum,” tandasnya.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved