Breaking News:

Mengenal Pasar Modal Bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia Jambi

OJK Jambi menjelaskan dengan detail tentang pasar modal dan peran OJK di Mojok Asik Tribun Jambi hari ini, Jumat (11/9/2020).

ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Fahsa Fauziah, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jambi bersama Endang Nuryadin, Kepala Otoritas Jasa Keuangan OJK Jambi yang diwakili oleh Novian Suhardi, Kasubag Pengawasan Bank 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi menjelaskan dengan detail tentang pasar modal dan peran OJK di Mojok Tribun Jambi hari ini, Jumat (11/9/2020).

Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan undang-undang nomor 21 tahun 2011 diberikan tugas dan fungsi untuk mengatur dan mengawasi Jasa Keuangan. Novian mengatakan, ada tiga aspek lembaga keuangan yang diawasi OJK, satu di antaranya pasar modal yang ditangani oleh Bursa Efek Indonesia.

Fasha menjelaskan, pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya.

Terdesak Ekonomi Akibat Pandemi, Dahyu Bisnis Kebab Bermodal Pinjaman

Di Tengah Pandemi Covid-19 WNA di Kerinci Jadi Perhatian

"Seperti pasar pada umumnya pasar itu ada kegiatan jual beli dan yang dijual dan dibeli pada umumnya adalah modal, ada penjual ada pembelinya dan juga ada produk yang diperjualbelikan inilah yang disebut modal untuk perusahaan. Ada pembeli yang disebut investor yang melakukan kegiatan investasi, dan kita menanamkan modal di perusahaan yang sudah go public yang dikenal sebagai emiten, perusahaan yang rata rata titel belakang Tbk adalah perusahaan yang mendapat dana dari pasar modal," jelas Fasha.

Jenis produk pasar modal dikenal dengan istilah efek atau sekuritas surat berharga yang diperjual belikan dan dua produk utama saham dan obligasi. Variasi produk pasar modal ada waran, right, reksa dana, dan berbagai instrumen derivatif seperti option, futures, dan lain-lain.

Peran Bursa Efek Indonesia dalam pasar modal yakni penyelenggara pasar modal satu satunya di Indonesia. Tidak hanya sebagai penyelenggara tetapi juga sebagai fasilitator, regulator di pasar modal Indonesia.

"Kalo nama Indonesianya BEI, kalo nam internasionalnya IDX, Indonesia Stock Exchange, tiap negara punya bursa efeknya sendiri," kata Fahsa.

Peran OJK sendiri dalam BEI yakni melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan, sektor Pasar Modal, dan sektor IKNB.

"Peran kita dari konteks kita di OJK kita lebih ke regulasi, pemantauan dan kita yang memberikan aturan mainnya tetapi secara spesifik aturannya tetap Bursa Efek yang melakukan, dan perkembangan bursa efek sejauh ini menggembirakan dan terus membaik," ujar Novian.

Selain itu OJK memiliki kapasitas untuk memberikan perlindungan kepada konsumen. Hal ini yang menjadi basis OJK khususnya di Jambi agar konsumen aman berinvestasi dan terhindar dari investasi bodong.

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Jambi Meninggal Dunia, Sempat Keluhkan Sesak Napas

Pasien Positif Covid-19 di Jambi Bertambah 5 Orang, Total Kasus Hari Ini Tembus 314 Orang

"Masyarakat di Indonesia khususnya di Jambi ini terkadang sangat ingin memperoleh keuntungan yang besar dalam waktu singkat tapi dengan cara ikut dengan investasi ilegal, sebenarnya dalam konteks yang legal itu bisa diakomodir saat mereka bertransaksi melalui saham yang legal, jadi sebenarnya kita ingin memberikan alternatif alternatif yang lebih resmi dan legal dan kemudian ini menjadi pilihan bagi masyarakat untuk berinvestasi dan bertransaksi," ucap dia.

Novian mengatakan sama halnya dengan perbankan dan lembaga keuangan non bank lainnya ketika masyarakat datang ke OJK, pihaknya akan memfasilitasi ke industri jasa keuangan atau lembaga yang berwenang dalam hal ini bursa efek. Jika konsumen ada permasalahan dengan lembaga keuangan termasuk dengan perusahaan sekuritas atau Bursa Efeknya konsumen juga bisa mengandu ke OJK.

Jika ada penawaran ke masyarakat baik itu investasi atau tawaran bisnis dari OJK mencoba menyederhanakan kepada masyarakat untuk lebih detail dan rinci dengan langkah sederhana, yakni Legal dan Logis (2 L).

"Pertam legal, kita menggali tawaran yang datang pada kita, kita ketahui dulu legalitasnya, artinya secara hukum terdaftar atau tidak dengan mengecek langsung ke OJK di kontak 157 kalau dia konteksnya dalam investasi dia harus mendapat izin dari OJK, lalu kedua Logis atau masuk akal karena keuntungan rata rata bunga atau margin maksimal di angka 5-15 persen per tahun, jika ada yang melebihi itu dan menawarkan tanpa resiko patut kita curigai karena setiap aktivitas bisnis ada resikonya," pungkasnya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved