Breaking News:

VIDEO Grafik Covid-19 Terus Naik, Maruarar Sirait Yakin Jokowi Pertimbangkan Tunda Pilkada

"Pak Jokowi kan memang berasal dari rakyat. Pasti sangat memahami rakyat dan sangat mengutamakan kepentingan serta keselamatan rakyat. Melihat realita

TRIBUNJAMBI.COM - Tokoh nasional Maruarar Sirait memastikan bahwa Presiden Joko Widodo sangat mendengarkan aspirasi rakyat, termasuk aspirasi dari kalangan akademisi, tokoh agama dan masyarakat, komunitas civil society, media, buruh, pengusaha, aktivis dan lain-lain.

Termasuk dalam memantau dan menyerap dinamika pemilihan kepala daerah (Pilkada) di lapangan.

"Pak Jokowi kan memang berasal dari rakyat. Pasti sangat memahami rakyat dan sangat mengutamakan kepentingan serta keselamatan rakyat. Melihat realitas di lapangan juga, saya yakin Pak Jokowi mempertimbangkan dengan matang untuk menunda pelaksanaan Pilkada," kata Ara, sapaan akrab Maruarar disapa, saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2020).

Kakak Beradik Bobol Gereja Pentakosta di Kota Jambi, Kini Dituntut Hukuman 1,5 Tahun Penjara

VIDEO Anies Tegaskan PSBB Kali Ini Lebih Ketat dari Awal Pandemi, TNI dan Polri Akan Dikerahkan

Ramalan Zodiak Besok, Gemini Akan Membuat Orang Terpesona Dengan Kecerdasan dan Kebijaksanaannya

Kondisi saat ini, sambung Maruarar, memang dalam posisi yang dilematis.

Pilkada sebagai bagian dari proses demokrasi di daerah sangat penting, dan semuanya sudah terpenuhi baik dari sisi DPR, pemerintah maupun KPU.

Namun keselamatan jiwa rakyat Indonesia juga tak kalah penting bahkan menjadi amanat Konstitusi untuk melindungi segenap Rakyat Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

"Saya yakin rakyat akan mengapresiasi keputusan Pak Jokowi untuk menunda Pilkada. Jangan menunggu korban terus berjatuhan. Saya yakin Pak Jokowi akan sangat mempertimbangkan keadaan masyatakat terkini dan dengan visi jauh ke depan," jelas Ara, yang dikenal dekat dengan Jokowi.

Kondisi terkini dan fakta di lapangan, sambung Maruarar, terlihat jelas pendaftaran para calon kepala daerah tidak benar-benar menjalankan protokol kesehatan.

Di antara mereka juga tidak bisa mengendalikan pendukungnya sehingga datang ke KPU dengan beramai-ramai dan berkerumun.

"Mereka kan para calon pemimpin bangsa, tapi mengatur pendukungnya saja tidak bisa. Bagaimana mau mengurus rakyat. Bagaimana mau menjaga keselamatan kesehatan rakyat di tengah kondisi krisis dan darurat saat ini," kata Maruarar.

Halaman
123
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved