Breaking News:

Petani dan Pengepul Karet di Jambi Mengeluh Akibat Musim Hujan

Musim penghujan bukan hanya jadi masalah bagi petani karet, tetapi juga bagi pengepul karet.

istimewa
Pengepul karet di Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Musim penghujan bukan hanya jadi masalah bagi petani karet, tetapi juga bagi pengepul karet.

Pengepul karet di Kecamatan XXIV, Kabupaten Batanghari, Azmi mengatakan, saat musim hujan petani banyak mengeluh, ia juga kesusahan karena karet dari petani kebanyakan dalam keadaan basah.

“Kalau petani jual karet basah terus dibawa ke Jambi nanti kering dan susut, timbangannya jadi berkurang,” ujarnya kepada tribunjambi.com, melalui WhatsApp, Kamis (10/9/2020).

Azmi mengatakan, kalau karet basah mempengaruhi hasil uang yang akan diberi ke petani, karena akan dikurang 15-20%, tergantung dari tingkat kebasahan karetnya.

Harga Karet Mulai Naik, Petani di Tebo Dihadapkan dengan Musim Hujan

BNN Jambi Musnahkan 7 Kg Sabu Jenis Baru Senilai Rp 7,5 Miliar

VIDEO Viral PNS Sumsel Cari Jodoh, Minta Mahar Sesuai Umur hingga Minta Dibelikan Mobil Metic

“Misalnya berat karetnya 100 kg, karetnya terlalu basah, dikurang 20%. Jadi 80% dikalikan harga karetnya. Itulah hasil yang akan diberikan ke petani,” ujarnya.

Azmi mengatakan, harga karet saat ini mulai naik yaitu untuk karet yang kurang bersih Rp 7 ribu per kilogram. Karet yang bersih Rp 8 ribu per kilogram.

“Harganya mulai naik pada bulan Agustus, sebelumnya harga karet turun yaitu hanya Rp 6 ribu untuk karet yang bersih, dan yang kurang bersih Rp 5 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Azmi mengatakan, masih banyak petani yang curang, seperti memasukan tatal kedalam karet sehingga disebut karet yang kurang bersih.

“Tatal itu kulit batang karet yang dimasukan ke dalam karet, itu yg buat timbangannya naik,” pungkasnya.(Tribunjambi/vira)

Penulis: tribunjambi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved