Breaking News:

Harga Karet Bergerak ke Rp7 Ribu/Kg, Terkendala karena Dipanen Dalam Keadaan Basah

Petani karet mulai senang karena harga karet kembali membaik. Harga karet kini Rp7 ribu per kilogram. Akan tetapi petani juga risau karena sekarang

istimewa
Petani Karet yang sedang menyadap getah karet. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Petani karet mulai senang karena harga karet kembali membaik. Harga karet kini Rp7 ribu per kilogram. Akan tetapi petani juga risau karena sekarang sudah memasuki musim penghujan.

Sulaiman, petani karet di Kabupaten Tebo mengatakan, selama pandemi harga karet sangat turun drastis. Harga karet biasanya Rp12 ribu - Rp17 ribu per kilogram.

“Saat pandemi harga karet hanya Rp4,5 ribu - Rp5 ribu per kilogram. Dua bulan terakhir ini harganya mulai naik, sekarang jadi Rp7 ribu,” ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (10/9).

Sulaiman mengaku sangat kesusahan selama pandemi ini, bukan hanya harga karet yang anjlok tapi daun pohon karet sempat gundul.

“Tiga bulan terakhir ini daunnya gundul, tapi sekarang sudah pulih,” katanya. Sulaiman mengatakan, sedikit senang karena harga karet mulai membaik. Tapi ia dihadapi dengan masalah baru yaitu musim penghujan.

“Saat musim hujan kita harus bekerja ekstra, jam lima atau enam pagi kita mulai nyadap getah karet, nanti jam 12 atau satu siang diberi pupuk agar beku,” ungkapnya,

Sulaiman mengatakan biasanya menyadap getah karet tiga atau empat hari.

“Getah karet yang kita dapat 100 kg selama 10 hari lahannya hampir 2 hektare,” pungkasnya.

Namun musim penghujan menjadi masalah tersendiri bagi petani karet maupun pengepul.

Pengepul karet di Kecamatan XXIV, Kabupaten Batanghari, UL mengatakan, saat musim hujan petani banyak mengeluh, ia juga kesusahan karena karet dari petani kebanyakan dalam keadaan basah.

“Kalau petani jual karet basah terus dibawa ke Jambi nanti kering dan susut, timbangannya jadi berkurang,” ujarnya Kamis (10/9).

UL mengatakan, kalau karet basah memengaruhi hasil uang yang akan diberi ke petani, karena akan dikurang 15-20%, tergantung dari tingkat kebasahan karetnya.

“Misalnya berat karetnya 100 kg, karetnya terlalu basah, dikurang 20%. Jadi 80% dikalikan harga karetnya. Itulah hasil yang akan diberikan ke petani,” ujarnya.

UL mengatakan, harga karet saat ini mulai naik yaitu untuk karet yang kurang bersih Rp 7 ribu per kilogram. Karet yang bersih Rp 8 ribu per kilohram.

UL mengatakan, masih banyak petani yang curang, seperti memasukan tatal kedalam karet sehingga disebut karet yang kurang bersih.
“Tatal itu kulit batang karet yang dimasukan ke dalam karet, itu yg buat timbangannya naik,” pungkasnya.

Penulis: tribunjambi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved