Breaking News:

Ekonomi Terkontraksi Akibat Pandemi, Perluasan Bantuan Sosial Tahan Kontraksi Belanja Pemerintah

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi mengalami kontraksi akibat dampak pandemi Covid-19. Penyebaran virus yang cepat mendorong berbagai negara

Tribunjambi/Fitri Amalia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan I 2020 tumbuh 1,65% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi mengalami kontraksi akibat dampak pandemi Covid-19. Penyebaran virus yang cepat mendorong berbagai negara menerapkan lockdown atau pembatasan sosial.

Akibatnya, terjadi penurunan signifikan di sisi supply seiring terganggunya aktivitas industri dan kegiatan komersial lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto menyebut pembatasan pergerakan manusia dan produksi selanjutnya berdampak pada penurunan agregat demand karena berkurangnya permintaan bahan baku produksi.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan II 2020 terkontraksi 1,72% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya 1,87% (yoy), juga lebih rendah dibandingkan triwulan II 2019 sebesar 4,86% (yoy).

"Penurunan kinerja ekonomi tercermin dari penurunan hampir seluruh lapangan usaha (LU) kecuali LU pertanian. Berkurangnya kegiatan produksi dan perjalanan menyebabkan permintaan dan harga komoditas energi primer menurun. Hal ini berdampak pada perlambatan LU pertambangan," ujarnya.

Perlambatan juga ditunjukkan oleh LU perdagangan dan LU industri pengolahan. Namun, perbaikan kinerja LU pertanian menahan pelemahan ekonomi lebih dalam. Peningkatan LU pertanian terutama didorong berlangsungnya panen tanaman pangan dan hortikultura.

Dari sisi pengeluaran, perlambatan ekonomi terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran. Kinerja ekspor tercatat kontraksi disebabkan meluasnya wabah Covid-19 di negara tujuan ekspor utama.

Konsumsi rumah tangga juga terkontraksi disebabkan pelemahan harga komoditas unggulan daerah. Sementara, konsumsi pemerintah tercatat kontraksi disebabkan belanja barang dan jasa tertahan akibat pembatasan sosial.

Namun, belanja dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19 a.l. perluasan bantuan sosial dapat menahan kontraksi belanja pemerintah lebih dalam.

"Pertumbuhan ekonomi triwulan III 2020 diprakirakan membaik dibanding triwulan sebelumnya. Demikian pula pertumbuhan triwulan IV 2020 diperkirakan meningkat dibanding triwulan III 2020," kata Bayu.

Halaman
123
Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved