Breaking News:

Terjadi 59 KDRT di Kota Jambi dan 13 Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak, Banyak Korban Trauma

UPTD PPA di DPMPPA Kota Jambi menerima pengaduan kekerasan dan pelayanan serta penanganan permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak

Kompas.com
Ilustrasi Pelecehan Seksual 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Musa

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Sejak Januari - awal September 2020 kasus yang ditangani UPTD  Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi mencapai 99 kasus.

 UPTD PPA di  DPMPPA Kota Jambi bertugas menerima pengaduan kekerasan dan pelayanan serta penanganan permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kasus yang ditangani, terdiri dari 59 kasus kekerasan terhadap perempuan/KDRT dan 40 kasus kekerasan terhadap anak.

Pemungutan Suara Saat Pandemi, KPU Provinsi Jambi Siapkan Skema Khusus Pencoblosan di TPS

Sabu dan Ganja Barang bukti Kasus di Bungo, Dibakar Pejabat di Depan Kantor Kejari Bungo

Bukan Pingsan, Ini Penyebab Bupati Tanjab Timur Tumbang Jelang Tes Narkoba

Dari 40 kasus tersebut, terdapat 13 kasus pelecehan seksual terhadap anak.

Belasan korban pasti mengalami trauma, dan pemulihannya membutuhkan waktu yang lama.

Ilustrasi
Ilustrasi (pixabay.com)

“Untuk mengatasi ini, UPTD PPA melakukan pemulihan dengan pendampingan ke psikolog, memberikan penguatan untuk memastikan keamanan emosional, agar keadaan jiwa korban lebih membaik, dan memberikan penguatan kepada orang tua untuk penguatan kepada anaknya,” kata Kepala UPTD PPA DPMPPA, Rosa Rosilawati, Rabu (9/9/2020) pagi via telepone seluler.

Selain itu, Rosa mengatakan, UPTD PPA merujuk ke Balai Alyatama, untuk pembinaan korban selama tiga sampai enam bulan.

Dinas Pendidikan Masih data Nomor Handphone Pelajar di Kota Jambi, Dapat Kuota Internet Gratis 35 GB

Detik-detik Bupati Tanjab Timur Pingsan Mendadak saat Turun dari mobil

Sifat & Kisah Cinta Nicholas Saputra saat SMA Dibongkar Teman Sekelasnya

“Tetapi keputusan ada di pihak keluarga,” ujarnya.

Sementara itu korban yang kembali ke sekolah dan terjadi trauma kembali akibat karena dibully di sekolahnya.

Tim UPTD PPA akan melakukan pemulihan terhadap anak tersebut.

“Tim UPTD PPA akan mendatangi sekolahnya agar pihak sekolah membantu pemulihan kepada korban dan tidak terjadi pembulian lagi terhadap anak lainnya,” pungkasnya.

Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved