Breaking News:

Positif Corona Jambi Tambah

Jumlah Penumpang di Bandara Sultan Thaha Jambi Meningkat, Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Eksekutif General Managaer (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi Indra Gunawan mengatakan ada peningkatan jumlah penumpang di Bandara Sultan Thaha Jambi.

istimewa
Penumpang pesawat di bandara Sultan Thaha Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Eksekutif General Managaer (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi Indra Gunawan mengatakan ada peningkatan jumlah penumpang di Bandara Sultan Thaha Jambi.

"Untuk penumpang kita bertahan rata rata 1000-an per hari baik datang dan berangkat melalui Bandara Sultan Thaha Jambi masih hampir sama di bulan Agustus lalu, tapi hal ini masih ada peningkatan dibanding bulan Juni maupun Juli yang dibawah 1.000," ujarnya, Rabu (9/9/2020).

Indra mengatakan, bila dibandingkan dengan bulan Mei dan Juni 2020 saat ini peningkatan jumlah penumpang bisa di atas 100 persen. Karena rata-rata jumlah penumpang bulan Mei dan Juni lalu hanya 500-600 penumpang.

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Jambi Meningkat pada Masa Pandemi Covid-19

43 OPD di Pemprov Jambi, Baru 5 yang Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Bank Indonesia Prediksi Tekanan Inflasi di Jambi Akan Mereda

Untuk prosedur keberangkatan bagi calon penumpang masih sama dan tidak ada perubahan. Calon penumpang pesawat masih diharuskan melalui proses verifikasi dan validasi Surat Kesehatan Bebas Covid-19 oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau otoritas setempat.

Penumpang diwajibkan membawa surat keterangan sehat atau bebas covid-19 yang divalidasi oleh petugas KKP dan diwajibkan mengisi kartu kewaspadaan atau Health Alert Card (HAC) baik itu yang manual ataupun yang melalui elektronik (e-HAC).

"Yang datang pun tetap masih sama harus menunjukkan e-HAC tersebut," tegasnya.

Untuk aturan pencegahan penularan Covid-19, pihaknya masih tetap mengacu pada aturan baik dari Kemenhub dan Kemenkes. Surat edaran gugus tugas nomor 9 tahun 2020 masih diberlakukan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

"Terkait kewajiban rapid test masih dilakukan sebagai persyaratan calon penumpang, kalo kita lihat pelaksanaan di lapangan memang seolah-olah hanya berlaku di angkutan udara saja, sementara angkutan darat, laut, penyeberangan itu kayaknya bebas bebas aja tanpa harus rapid test sesuai anjuran harusnya sama (pemberlakuan aturan) supaya memang benar-benar ingin memutus mata rantai penyebaran covid-19 atau mengendalikan diberlakukan sama. Memang kalo kita lihat, ada keterbatasan SDM atau pengawas di beberapa sektor lain, dibandingkan angkutan udara yang lebih terjadwal sehingga memantau dan mengawasi juga lebih mudah dibandingkan transportasi lain," kata Indra.

Walaupun terjadi peningkatan penumpang sebagian tenant di Bandara masih memilih untuk belum beroperasi. Hanya beberapa tenant di antaranya Pempek Selamat, Alfamart dan Indomaret yang masih beroperasi.

Pertumbuhan Ekonomi Jambi Terkontraksi Akibat Pandemi Covid-19

Belajar di Masa Pandemi, Dinas Pendidikan Sungai Penuh Lakukan Program Belajar Lewat Radio

Direktur RSUD Raden Mattaher Sebut Romi yang Ingin Dirawat di RS Bhayangkara

"Sebagian besar restoran atau tenant F&B lainnya masih banyak memilih tutup karena mungkin mereka lihat dari sisi biaya operasional mereka masih berat, penumpang yang per harinya seribuan ini dirasa mungkin menurut mereka masih sedikit dibandingkan dengan biaya operasional yang akan mereka keluarkan," ujarnya.

Selain itu Indra juga menyampaikan, penerbangan tujuan Jambi - Batam kembali dibuka dan jadwal keberangkatan setiap hari. Jika dibandingkan dengan kondisi normal jumlah penumpangnya untuk saat ini belum cukup memadai.

"Kalo kondisi normal juga ke Batam itu terbang pagi, cuma dalam kondisi saat ini maskapai terbang agak siang melihat pasaran, dan dengan disampaikannya informasi ini pengguna jasa angkutan udara tahu Jambi Batam sudah mulai beroperasi lagi," tutur Indra.

Saat ini selain penebangan tujuan Jakarta dan Batam, tujuan lain yakni Palembang, Pekanbaru, Padang juga sudah beroperasi.

Dia juga menyampaikan untuk masyarakat agar tidak perlu khawatir berpergian menggunakan tranportasi udara dibandingkan menggunakan transportasi lainnya karena lebih terjamin keamanannya.

"Kami juga menghimbau pada pengguna jasa atau masyarakat agar sama sama lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, hindari dan melerai kerumunan dan lainnya, kita sama sama mengingatkan lah," tutupnya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved