Breaking News:

Es Doger di Jambi Ini Tidak Pernah Sepi Pembeli, Satu Gelas hanya Rp 5000

Dwi sangat sibuk siang itu, pembeli silih berganti berdatangan. Ia terlihat sangat cekatan melayani pembeli.

FORTUNER.ID ES DOGER BANDOENG
iluistrasi es doger. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Dwi sangat sibuk siang itu, pembeli silih berganti berdatangan. Ia terlihat sangat cekatan melayani pembeli. Dalam lima menit setidaknya dia bisa menyajikan 15 gelas.

Dwi hanya berjualan es goger di pinggir jalan. Tepatnya di depan Masjid Al Huda Kebun Andil, Kota Jambi tapi pelanggannya lumayan banyak.

Pelataran parkir masjid itu ramai dengan kendaraan palanggannya.

Terlihat jejeran mobil dan motor memadati plataran parkir itu.

Harga satu gelasnya lumayan murah hanya Rp 5.000.

Muaro Jambi Miliki 40 Persen Lahan Gambut, Bupati Masnah Gandeng BRG untuk Cegah Karhutla

Sempat Merosot Akibat Pandemi Covid-19, Disperindag Jambi Rancang Aplikasi e-Commerce untuk UMKM

PON Tertunda Akibat Pandemi Covid-19, Ketua Koni Jambi Diminta Tetap Fokus

Satu hari Dwi mampu menjual 500 gelas. "Kalau hujan cuma laku 350 gelas," ujarnya Rabu ( 9/9/2020).

Disaat tribunjambi.com bertanya penjualan ketika Corona, Dwi mengaku mengalami penurunan omset.

"Saat Covid kemarin, aku hanya bisa jual 400 gelas mas," ujarnya sambil tersenyum. Seolah ingin memberi tahu, pandemik Corona tidak begitu mempengaruhi penjualannya.

Dwi menjual es doger di depan Masjid Al Huda Kebun Andil, Kota Jambi. Setiap hari dia bisa menjual hingga 500 gelas.
Dwi menjual es doger di depan Masjid Al Huda Kebun Andil, Kota Jambi. Setiap hari dia bisa menjual hingga 500 gelas. (Tribunjambi/Rinaldi)

Es doger Pria asal Jawa ini memang berbeda. Rasa manis yang dihadirkan memang natural. Ditambah lagi campuran kacang, ketan hitam, cincau dan tape menambah rasanya semakin nikmat.

Aisya salah satu pengunjung mengatakan dia sangat suka dengan es Doger ini.

"Minimal satu minggu sekali aku ke sini," ujar guru di sekolah swasta ini.

Rindangnya pepohonan tempat Dwi berjualan memang menambah kenikmatan menyantap es ini. Ditambah lagi terpaan angin yang menghadirkan suasana rileks di saat panas.

Dwi mengatakan luasnya tempat parkir yang membuat daganganya ramai.

"Aku sudah 10 tahun berjualan di sini. Parkiran mesjid ini lumayan membantu," pungkasnya.(Tribunjambi/Rinaldi).

Penulis: tribunjambi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved