Breaking News:

Dinas PMPPA Kota Jambi Gelar Sosialisasi Anti KDRT Pakai Molin

"Sosialisasi dilakukan dengan berkeliling di wilayah Kota Jambi, menggunakan kendaraan molin (Mobil Pelindung)," kata Kepala UPTD Perlindungan Perempu

Tribunjambi/musa
Kendaraan Mobil Pelindung yang digunakan UPTD PPA untuk menjangkau korban kekerasaan di Kota Jambi, Selasa (8/9/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Sosialisasi anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tengah digencarkan selama pandemi Covid-19.

"Sosialisasi dilakukan dengan berkeliling di wilayah Kota Jambi, menggunakan kendaraan molin (Mobil Pelindung)," kata Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Jambi, Selasa (8/7/2020) siang via seluler.

Kepala UPTD PPA di DPMPPA, Rosa Rosilawati, mengatakan kepada tribunjambi.com, kegiatan sosialisasi selama masa pandemi Covid-19 bertujuan untuk pencegahan adanya KDRT, sekaligus mengedukasi masyarakat terkait 10 aksi Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita (Berjarak).

"Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita (Berjarak), yakni 1. tetap di rumah, 2. hak perempuan dan anak terpenuhi, 3. alat perlindungan diri tersedia, 4. jaga diri, keluarga dan lingkungan, 5. membuat tanda peringatan, 6. menjaga jarak fisik, 7. mengawasi keluar masuk orang dan barang, 8. menyebarkan informasi yang benar, 9. aktivasi media komunikasi online, dan terakhir, 10. aksi aktivasi rumah rujukan,” ujarnya.

Rosa Rosilawati yang juga akrab disapa Rosa, menambahkan terkait sosialisasi pencegahan KDRT di wilayah kerja se- Kota Jambi, sudah ada bagian kelompok kerja di Dinas PMPPA.

Tetapi, kalau ada permintaan dari kelurahan dan kecamatan, tim UPTD PPA siap turun bersosialisasi.

“Pada September ini, ada undangan sosialisasi di Kampung KB di antaranya Kelurahan Buluran Kenali, Kelurahan Legok dan Kecamatan Pelayangan. Permintaan ini bertujuan untuk memberi pengarahan terkait pencegahan KDRT, sikap kepada anak dan melindungi anak,” tambahnya.

Sampai saat ini, layanan ini cukup sukses dan diterima di masyarakat.

Hal itu terbukti karena mampu meningkatkan pengaduan masyarakat melalui telepon dan datang ke UPTD PPA.

“Kasus yang terdaftar dari Januari sampai awal September mencapai 99 kasus, terdiri dari, 59 kekerasan terhadap perempuan atau KDRT, dan 40 kasus kekerasan terhadap anak. 40 kasus anak yang mengalami kekerasan baik fisik maupun psikis,” pungkasnya. (Tribunjambi.com/musa)

Penulis: tribunjambi
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved