Akhirnya Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia Ditunda, Ini Alasan Penundaan Tersebut!

Pemerintah tunda pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Alasannya, Pemerintah masih fokus pada upaya penanganan pandemi Covid-19.

Editor: Heri Prihartono
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Foto udara kawasan Jalan Samboja - Semoi, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur yang menjadi lokasi Ibu Kota yang baru, Senin (26/8/2019). Lokasi yang menjadi pusat Pemerintahan Republik Indonesia akan terletak di sebagian kawasan Penajam Paser Utara, dan sebagian di wilayah Kutai Kartanegara. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah tunda pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Alasannya, Pemerintah masih fokus pada upaya penanganan pandemi Covid-19.

"Sampai hari ini ibu kota negara programnya masih di hold (tunda)," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Suharso Monoarfa di ruang rapat KK 1 DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Meski terjadi penundaan pembangunan, kata Suharso, pemerintah tetap melanjutkan segala persiapan terkait pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

tribunnews
Ilustrasi. Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengenakan face shield saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (22/6/2020). Hari ini ia umumkan penundaan pembangunan Ibukota Baru (ISTIMEWA)

"Kami tetap melanjutkan masterplan, dan pembangunan infrastruktur dasar di kota penyangga, seperti Samarinda dan Balikpapan," ucap Suharso.

 

Diketahui, Kementerian PPN/Bappenas mengusulkan pagu anggaran 2021 sebesar Rp 1,7 triliun atau naik sekitar Rp 240 miliar dari pagu awal sebesar Rp 1,5 triliun.

Alokasi anggaran dukungan untuk tim komunikasi dan koordinasi rencana strategis ibu kota negara masuk dalam program perencanaan pembangunan nasional yang dialokasikan sekitar Rp 831,40 miliar.

 Feisal Basri Minta Ditunda

Sebelumnya Ekonom Faisal Basri memberikan sejumlah masukan kepada Presiden Joko Widodo terkait meluasnya penyebaran virus korona.

Dalam akun Twitternya, Selasa (17/3/2020) dia menulis, mengumumkan situasi darurat perang melawan korona menjadi salah satu kunci menyelamatkan ekonomi nasional.

"Untuk menyelamatkan Indonesia, Presiden harus segera mengumumkan darurat perang melawan coronavirus. Itu juga kunci menyelamatkan ekonomi."

Faisal juga menyarankan kepada presiden agar menghentikan pembangunan ibukota baru, dan lebih berkonsentrasi untuk satu-padukan kekuatan bangsa.

"Hentikan pembangunan ibukota baru, tarik RUU Cipta Kerja. Satu-padukan segenap potensi kekuatan Bangsa."

Pertumbuhan melambat

Sandiaga Uno sebelumnya memprediksi, ekonomi Indonesia hanya tumbuh sekira 4,3 persen hingga 4,5 persen karena terimbas wabah virus corona.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved