Breaking News:

Komunitas

Wadahi 16 Sub Sektor Ekonomi Kreatif Jambi, Ekraf Jembatani Pelaku UMKM dan Pemerintah

Ekonomi Kreatif (Ekraf) tengah berkembang beberapa tahun belakangan termasuk di Jambi. Ekraf Jambi baru diresmikan pada 2 Maret 2020

tribunjambi/wahyu herliyanto
Ilustrasi UMKM di Kabupaten Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ekonomi Kreatif (Ekraf) tengah berkembang beberapa tahun belakangan termasuk di Jambi. Ekraf Jambi baru diresmikan pada 2 Maret 2020 sebagai lembaga atau komunitas namun dari masing-masing sektor Ekraf di Jambi sudah berjalan sejak lama.

Ada 16 sub sektor Ekraf diantaranya kuliner, film, aplikasi dan game, musik, arsitektur, desain produk, desain interior, fotografi, periklanan, desain komunikasi visual, fashion, kriya, penerbitan, seni pertunjukan, seni rupa, TV dan radio.

Ketua Ekraf Jambi, Berlian Santosa mengatakan alasan dibentuk Ekraf ini untuk mewadahi pelaku Ekraf di Jambi, juga menyinergikan sektor kreatif di Jambi dengan pemerintah, CSR dan lainnya.

"Pelaku kreatif itu bukan hanya bentuk produk, padahal penggerak UMKM bidang jasa juga pengaruh seperti fotographer, programer, dan lainnya juga berkontribusi," ungkapnya.

Ekraf Jambi juga membuat database untuk UMKM yang membutuhkan bantuan, produk potensial, yang intinya database ini membantu UMKM bertumbuh.

"Beberapa yang bisa kami lakukan saat ini dengan adakan pelatihan, membantu UMKM terdampak Covid-19. Memang tidak semua terpuruk tapi sebagian besar tentunya terdampak dan harus ada cara agar tidak terpuruk," ujarnya.

Dengan adanya Ekraf Jambi ini ia sangat optimis produk anak Jambi tidak kalah dibandingkan dengan daerah lain. Tinggal bagaimana mengemas produk, meningkatkan kualitas SDM dan berjejaring dengan banyak lembaga bukan hanya di Jambi. Sehingga apa yang Ekraf Jambi jual, tidak kalah dengan yang di Jawa sebagai perbandingan.

"Bulan Maret juga sempat ada pameran, dan dari Dirjen sangat apresiasi batik kreasi di Jambi. Pelaku Ekraf Jambi baik itu fashion, kuliner, dan lainnya adalah orang-orang yang sudah matang dan punya portofolio," paparnya.

Menurutnya saat ini di Jambi sudah melek digital marketing dengan munculnya apikasi jual beli di Jambi meski masih butuh perbaikan. Kedepannya ia berharap ada banyak yang bisa dikembangakan.

Ekraf Jambi menggerakan ekonomi kreatif baik ofline maupun online, dan membantu pemerintah untuk leibh maju lagi karena Ekraf Jambi sebagai jembatan antara pelaku dan pemerintah.

Saat ini ada 70 pengurus di Jambi dan kedepan akan membuka rekrutmen untuk UMKM yang ingin bergabung.

Penulis: Nurlailis
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved