Breaking News:

Disinyalir Pendapatan Suami Berkurang, 27 ASN di Batanghari Ajukan Cerai

Di Kabupaten Batanghari, selama masa pandemi Covid-19 kasus perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) terjadi peningkatan.

ist
Ilustrasi: ASN 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Di Kabupaten Batanghari, selama masa pandemi Covid-19 kasus perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) terjadi peningkatan.

Bahkan sampai saat ini Inspektorat Daerah Kabupaten Batanghari telah menerima sedikitnya sekitar 27 permohonan izin cerai yang di ajukan hingga Agustus ini.

Hal ini dibenarkan Inspektur Daerah Batanghari, Mukhlis mengatakan, selama masa pandemi covid-19 yang turut melanda wilayah Kabupaten Batanghari, kasus perceraian dikalangan ASN di lingkup pemerintah terus bertambah atau cenderung terjadi peningkatan, bahkan hingga saat ini tepatnya di akhir Agustus 2020, tercatat sebanyak 27 permohonan izin cerai yang masuk ke sini.

"Dari puluhan kasus izin cerai tersebut, 20 berkas permohonan telah disetujui oleh pemerintah daerah. Sementara sisanya, sebanyak 5 permohonan masih dalam proses, dan 2 permohonan lainnya telah ditolak lantaran tergugat menolak untuk diceraikan sehingga tidak memenuhi persyaratan," terangnya.

Lanjut Mukhlis, mayoritas kasus izin cerai ini diajukan oleh kalangan ASN perempuan. Kondisi ini disinyalir lantaran sang istri merasa pendapatan suami sudah mulai berkurang.

"Dengan adanya kasus ini, saya meminta kepada para ASN di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari, untuk melakukan mediasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan tersebut, hal ini agar kasus perceraian di kalangan ASN tidak lagi terjadi," tutupnya.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved