Breaking News:

Jambi Heritage

Berapa Luas Candi Muaro Jambi, Cek Angka Terbarunya

Bagi yang belum tahu, situs arkeologi ini pernah memegang peranan penting dalam perjalanan sejarah penganut agama Buddha di Asia Tenggara.

Tribun Jambi/Musa Wira
Candi Kedaton sebelum dipugar. Tampak biksu mengunjungi candi induk untuk melihat bukti sejarah, Sabtu (5/9/2020) (Tribun Jambi/Musa). 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Suasana kompleks Candi Muaro Jambi terlihat beda pada akhir pekan ini, Sabtu (5/9/2020).

Memasuki Candi Kedaton Muaro Jambi, seolah-olah tiba di asrama biksu pada masa lampau.

Candi Kedaton difungsikan pada rentang abad ke-9 hingga 11 masehi.

Secara keseluruhan, luasnya sekira 3981 hektare.

Temuan sumur di Candi Kedaton, kompleks Percandian Muaro Jambi, menunjukkan prasarana di dalam asrama, Sabtu (5/9/2020)(Tribun Jambi/Musa).
Temuan sumur di Candi Kedaton, kompleks Percandian Muaro Jambi, menunjukkan prasarana di dalam asrama, Sabtu (5/9/2020)(Tribun Jambi/Musa). (Tribun Jambi/Musa Wira)

Bagi yang belum tahu, situs arkeologi ini pernah memegang peranan penting dalam perjalanan sejarah penganut agama Buddha di Asia Tenggara.

Ketua Program Studi Arkeologi, Universitas Jambi, Asyhadi Mufsi Sadzali (36) mengatakan kepada tribunjambi.com, Candi Kedaton merupakan bukti kehadiran masyarakat yang menetap secara permanen dalam jangka waktu lama.

“Candi Kedaton terdiri dari 14 halaman, di dalamnya ada pembagian ruang. Ruang tersebut difungsikan sebagai tempat tinggal, sedangkan halaman sebagai tempat pembelajaran atau pendidikan,” katanya, Sabtu (5/9/2020) pagi, via sambungan telepon.

Pria yang akrab disapa Didi ini, mengatakan data temuan arkeologi melalui penelitian dan pemugaran sudah cukup kuat.
Hal itu didasari dari temuan prasarana pendukung pendidikan.

“Di dalam asrama tentunya ada sarana dan prasarana pendukung kegiatan. Candi Kedaton menunjukkan bukti itu, penelitian Balai Arkeologi Sumatra Selatan menemukan belanga berbahan perunggu sisi timur dari Candi Kedaton. Diameternya mencapai 1,5 sentimeter, jelas fungsinya untuk memasak dalam volume yang banyak. Selain itu temuan sumur di dalam kompleks, menggambarkan ketersedian air bersih untuk menyucikan diri,” ujar Didi.

Didi juga menjelaskan bahwa Candi Kedaton difungsikan sebagai tempat tinggal bagi para biksu, didukung kuat dari temuan alat perkakas rumah tangga di masing-masing halaman.

“Temuan tungku, pecahan keramik, tembikar dengan jumlah yang cukup banyak, sudah jelas menunjukkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. ( tribunjambi.com/Musa Wira)

Pria Ini Jual Daging Manusia Disamarkan dengan Daging Sapi, Caranya Dapat Mangsa Seperti Ini

Nagita Slavina Bahas Daftar Artis yang Ia Blacklist, Netizen Bongkar Nasib Jedar dan Ayu Ting Ting

Ranty Maria Diisukan Cinlok Sama Verrell Bramasta, Begini Respon Putri saat Bertemu Venna Melinda

Follow Instagram @tribunjambi

Penulis: tribunjambi
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved