Breaking News:

Dua Nama Orang Dekat Zumi Zola Disebut Dalam Dakwaan Kasus Gratifikasi

Mantan Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, Arfan menjalani sidang dakwaan di pengadilan Tipikor Jambi hari ini Rabu (2/9/2020).

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI/DEDI NURDIN
Arfan, mantan Kepala Dinas PUPR terdakwa kasus suap RAPBD Jambi 2018 saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mantan Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, Arfan menjalani sidang dakwaan di pengadilan Tipikor Jambi hari ini Rabu (2/9/2020).

Ia didakwa dalam kasus dugaan gratifikasi sejumlah proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi tahun 2017. Dakwaan dibacakan JPU lewat virtual.

Arfan sendiri mengikuti persidangan dari Lapas Kelas IIA Jambi.

Arfan didakwa atas pasal 12 B Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Tim Patroli Karhutla TNBS Masih Temukan Warga Membuka Lahan dengan Membakar

KPU Bungo Wajibkan Patuhi Protokol Kesehatan, Pilkada Bungo di Tengah Pandemi

VIDEO Penjemputan Paksa Jenazah Pasien Positif Rapid Test di RSUD Raden Mattaher Jambi

Atau dakwaan kedua yakni diatur dan diancam pidana dalam Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dalam dakwaan Arfan nama Apif Firmansyah dan Asrul Pandapotan turut disebut dalam perkara yang kini telah menjerat Zumi Zola selaku mantan Gubernur Jambi.

Selain Asrul dan Apif sejumlah nama pengusaha di Jambi disebut dalam dakwaan turut menyetor sejumlah uang yang nilainya mencapai 7,1 miliar rupiah.

Dakwan jaksa penuntut umum KPK dibacakan oleh Toni F Pangaribuan. Majelis hakim diketuai oleh Yandri Roni dan dua hakim anggota yakni hakim Adly dan hakim Amir Azwan. (Dedy Nurdin)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved