Breaking News:

Begini Cara Kerja Pasukan Hantu Amerika di Perang Dunia II yang Sukses Kelabui Pasukan Nazi!

Terungkap ke publik siasat Gost Army atau Pasukan Hantu Amerika di Perang Dunia II, simak selengkapnya di sini.

ghostarmylegacyproject.org Tampilan laman resmi situs web Ghost Army, untuk mengabadikan dan mengapresiasi perjuangan mereka di Perang Dunia II.
ghostarmylegacyproject.org Tampilan laman resmi situs web Ghost Army, untuk mengabadikan dan mengapresiasi perjuangan mereka di Perang Dunia II. 

TRIBUNJAMBI.COM - Terungkap ke publik siasat Gost Army atau Pasukan Hantu Amerika di Perang Dunia II

 23rd Headquarters Special Troops Amerika Serikat (AS) menggunakan siasat tak biasa saat terjun ke medan tempur di Perang Dunia II.

Mereka menggunakan tipu muslihat dari perlengkapan syuting film untuk mengalihkan perhatian musuh, dan ternyata upayanya berhasil!

Para anggota pasukan itu bukan sekelompok pasukan komando elite, tapi ahli ilusi yang direkrut dari sekolah seni terkemuka AS.

Sepeninggal Ustaz Jefri Al Buchori, Terungkap Bisnis Umi Pipik Hingga Mampu Hidupi 4 Anaknya

Diceritakan History pada 29 Agustus 2018, unit yang dinamakan Ghost Army ini juga memberikan arti baru pada "seni perang".

Mereka tidak bertempur menggunakan senjata, tapi uniknya berperang dengan kreativitasnya.

Suara Aneh di Semak-semak Ungkap Skandal Mesum Sepasang Remaja di Surabaya, Satpol PP Bertindak!

Total 1.100 seniman, perancang lokasi dan mode, penulis, dan teknisi efek suara melakukan tipu muslihat yang mengalihkan perhatian pasukan Nazi dari operasi yang dilakukan Sekutu.

Cara ini terinspirasi oleh penipuan Inggris di Afrika Utara pada awal perang.

Ghost Army berpartisipasi dalam 21 misi di seluruh Eropa dari Juni 1944-Maret 1945.

Dipimpin Ralph Ingersoll mantan redaktur pelaksana majalah New Yorker, Ghost Army membodohi musuh dengan seolah-olah memiliki kendaraan lapis baja yang jauh lebih besar dengan 20.000 tentara.

tribunnews
ghostarmylegacyproject.org
Tampilan laman resmi situs web Ghost Army, untuk mengabadikan dan mengapresiasi perjuangan mereka di Perang Dunia II.
Halaman
1234
Editor: Heri Prihartono
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved