Harga TBS di Jambi Naik
Teka-teki Harga TBS Kelapa Sawit Naik, Tapi Petani Tanjabtim Malah Melongo
Ketika harga tandan buah segar (TBS) di kabupaten dan daerah tetangga naik, harga di Kabupaten Tanjabtim justru stagnan.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Duanto AS
Masih belum terjawab teka-teki harga TBS kelapa sawit naik, tapi petani sawit Tanjabtim malah melongo. Ada apa sebenarnya?
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Ternyata harga TBS kepala sawit naik pada minggu ini.
Meski di daerah lain naik, bagaimana harga TBS di Jambi saat ini?
• Harga Merangkak Naik, Petani Sawit di Bungo Mulai Bergairah
• Provinsi Jambi Masih Kekurangan Pabrik Kelapa Sawit
• Dalam Hitungan Jam, Kekayaan Pemilik Aplikasi Zoom Eric Yuan Melonjak Naik
Ketika harga tandan buah segar (TBS) di kabupaten dan daerah tetangga naik, harga di Kabupaten Tanjabtim justru stagnan.
Padahal sebelumnya, harga TBS skala Provinsi Jambi sejak beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan tren positif.
Seharusnya keadaan tersebut menjadi angin segar bagi kalangan petani sawit.
Tapi kenyataannya tidak demikian.
Kabar baik tersebut tidak sepenuhnya dirasakan oleh petani sawit yang berada di Kabupaten Tanjabtim.
Meski ada kabar kenaikan harga TBS di Tanjabtim masih seperti hari biasa, bahkan cenderung turun.
Petani sawit di Desa Lambur, Ikhsan, menuturkan dengan adanya kenaikan TBS di Provinsi Jambi para petani sejatinya sudah mengetahui melalui informasi berita yang beredar.
Hanya saja, petani menyayangkan kenaikan tersebut tidak sampai di daerah.
Mereka hanya sebatas informasi saja yang mereka terima.
"Yang ada malah mudur terus sekarang mas, kemarin paling tinggi harganya sampai Rp 1300 itu paling tinggi. Sekarang anjlok lagi hanya Rp 1150 per kilogram di petani," ujarnya, Selasa (1/9).
Sedangkan kabupaten atau daerah lainnya, lanjutnya, bisa mencapai harga Rp 1700-1800 per kilogram di pabrik.
"Untuk harga di Ram sendiri hanya Rp 1475 saja," ujarnya.
"Di Muara Bulian saja misalnya, bisa mencapai Rp 1725," tambahnya.
Apa penyebabnya?
Para petani tidak tahu pasti hanya saja alasan klasik yang selalu disampaikan bahwa buah sawit hasil dari Tanjabtim tidak memiliki kualitas yang bagus (jelek).
Itu yang mengakibatkan harga anjlok di pasaran.
"Ada juga katanya karena faktor usia sawit yang belum maksimal dipanen sudah dipanen. Tapi di Tanjabtim juga banyak usia sawit yang sudah puluhan tahun dengan tinggi 7-8 M hasil jual buahnya juga sama tidak jauh beda," jelas Ihsan.
"Kalau sekarang sawit kecil (muda) pun sama dengan sawit tua harganya, tapi tidak dipungkiri jenis sawit Tanjab timur kurang bagus dari hasil minyaknya terbilang sedikit," tambahnya.
Para petani berharap, permasalahan ini agar segera mendapatkan solusi dari pihak pemerintah.
Sehingga ke depan jika terjadi kenaikan harga tbs para petani Tanjabtim tidak hanya sekedar mendapat info dan jadi penonton saja. (Abdullah Usman/ tribunjambi.com)
• Viral Wanita Ini Unggah Foto di Status WA Perselingkuhan Suami dengan Seorang Gadis di Ranjang
• VIRAL! Foto Perangkat Desa Tidur dengan Wanita Lain, Istri Sah : Kau Berani Jajan Wanita Lain
• Viral, Bertengkar di Dalam Mobil di Tengah Jalan, Suami Tendang Istri Sampai Jatuh ke Aspal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/09052019_sawit.jpg)