Breaking News:

VIDEO Ganja dan Kratom Masuk Daftar Tanaman Binaan Kementerian Pertanian, BNN Anggap Itu Masalah

Selain ganja, kratom (mitragyna speciosa) juga masuk ke dalam daftar 66 tanaman obat binaan Dirjen Holtikultura.

TRIBUNJAMBI.COM - Lewat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian menyatakan Ganja (cannabis sativa) sebagai salah satu tanaman obat binaan Dirjen Hortikultura.

Selain ganja, kratom (mitragyna speciosa) juga masuk ke dalam daftar 66 tanaman obat binaan Dirjen Holtikultura.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mempermasalahkan dua jenis tanaman tersebut.

Pemilik 3 Zodiak Ini Diprediksi Beruntung di September 2020 - Virgo Fokus Diri Sendiri & Terasa baik

Kinerja Satgas Covid-19 Tanjabbar Disoroti, Tim Satgas Gelar Rapat Hari Ini

Menurut Karo Humas BNN Brigjen Polisi Sulistyo Pudjo, kratom memiliki efek yang lebih berbahaya dari heroin dan telah dilarang di sejumlah negara.

Meskipun saat ini belum masuk dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, namun peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melarang penggunaan kratom dalam berbagai produk makanan dan minuman.

"Itu (kratom) di Indonesia sudah dilakukan kajian lama dan dalam proses kriminalisasi, (pengguna) akan dihukum di tahun 2024," kata Pudjo kepada Tribunnews.com, Sabtu (29/8/2020).

"Di negara-negara asean sudah dikriminalisasi, jadi sebulan lalu sekitar 7 ton mitragyna speciosa bubuk, dari Kalimantan Barat itu ditangkap oleh otoritas Singapura," sambungnya.

Sedangkan untuk Ganja yang masuk narkotika golongan I menurut UU Narkotika tidak diperbolehkan untuk kepentingan pengobatan.

"Bahwa sesuai dengan Undang-Undang 35 Tahun 2009, Ganja itu masuk golongan I narkotika, artinya sesuai dengan Pasal 8 Undang-Undang 35 bahwa Ganja hanya boleh digunakan untuk kepentingan penelitian," Pudjo menjelaskan.

Pudjo kemudian menyarankan Kementerian Pertanian untuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan kajian terkait hal ini agar tidak melanggar undang-undang.

VIDEO Pelaku PETI di Tabir Barat diduga Garap Hutan Produksi

Kejanggalan Kelahiran Anak Citra Kirana dan Rezky Aditya Kenapa Dipercepat, Ada Masalah di Ketuban

Halaman
12
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved