Breaking News:

Saat Pandemi Covid-19 Ribuan Wanita Pilih jadi Janda hingga Gugat Cerai Suami, Ini Sebabnya!

Kasus perceraian meningkat saat Pandemi Covid-19 yang dipicu pada masalah ekonomi keluarga.

via Intisari Online
  Ilustrasi Perceraian Meningkat Akibat Pandemi Virus Corona 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus perceraian meningkat saat Pandemi Covid-19  yang dipicu pada masalah ekonomi keluarga.

Puncaknya, kasus perceraian pun meningkat di sejumlah wilayah.

"Datanya saya enggak bawa. Saya pernah membaca bulan April, Mei di bawah 20.000 (perceraian) di seluruh Indonedia yang daftar. Tapi setelah PSBB, meningkat menjadi 57.000. Di bulan Juni, Juli meningkat termasul di Agustus masih ada (peningkatan)," kata Aco usai meresmikan enam aplikasi di Pengadilan Agama Jakarta Barat, Jumat (28/8/2020).

Waspada! Temuan Virus Corona Baru di Indonesia yang Lebih Ganas dan Menular

Adapun untuk wilayah yang peningkatan kasus perceraian cukup tinggi berada di Pulau Jawa.

Hal tersebut sempat membuat penumpukan dari masyarakat yang mengurus cerai di pengadilan.

"Ada beberapa pengadikan tinggi yang memang peningkatannya cukup besar khususnya di Jawa Barat, Surabaya dan Semarang. Tapi untuk di luar Pulau Jawa peningkatannya tidak signifikan," kata Aco.

Bocoran Terbaru KIA Sonet, Mobil Segmen SUV yang Bakal Dipasarkan di Indonesia

 

Aco menuturkan, selama pandemi Covid-19 ini mayoritas pengajuan cerai diajukan istri kepada suaminya.

"Akibat covid 19 kan banyak yang di PHK atau dirumahkan sehingga ekonoomi enggak berjalan lebih baik. Ibu-ibu enggak dapat jaminan dari suaminya sehingga banyak dari ibu-ibu yang menggugat suaminya," kata Aco.

Terjadi di Bandung

Sebuah video viral menunjukkan warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat sedang mengantri urus perceraian.

Halaman
1234
Editor: Heri Prihartono
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved