Breaking News:

Berita Sungai Penuh

Peningkatan Kualitas Rumah Layak Huni di Sungai Penuh Meningkat

Pada tahun lalu Kota Sungai Penuh memperoleh jatah peningkatan kualitas rumah layak huni sebanyak 388 unit, sedangkan di 2020 ini sebanyak 634 unit ru

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc
Sejumlah anak bermain di sebuah komplek perumahan di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6). Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mencatat penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga Juni 2020 mencapai Rp6,73 triliun. BTN mendapatkan tambahan kuota FLPP untuk 1.240 rumah tahun ini. 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Pelaksanaan peningkatan rumah tidak layak huni di Kota Sungai Penuh pada 2020 ini meningkat dua kali lipat jika dibandingkan 2019.

Pada tahun lalu Kota Sungai Penuh memperoleh jatah peningkatan kualitas rumah layak huni sebanyak 388 unit, sedangkan di 2020 ini sebanyak 634 unit rumah menjadi layak huni.

Bantuan ini berasal dari dana kementerian dalam bentuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yaitu Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS).

Nama Sekda Provinsi Jambi Masih Jadi Tanda Tanya, BKD Tunggu Hasil Lelang dari Pusat

Djoko Tjandra Ditetapkan Sebagai Tersangka Atas Kasus Suap Kepada Oknum Jaksa Pinangki

UPDATE Vaksin Corona Baru, Erick Thohir Bilang Hanya Bisa Disuntik ke Manusia Umur Ini

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Sungai Penuh, melalui Kabid Perumahan, Tauviq mengatakan, jika pada tahun 2019 kemarin Kota Sungai Penuh memperoleh BSPS sebanyak 210 unit dan di tahun 2020 ini berjumlah 450 unit. Sedangkan BSRS dari dana DAK pada tahun 2019 sekitar 178 unit dan pada 2020 sebanyak 184 unit yang saat ini masih dalam proses verifikasi.

"Untuk BSPS pada tahun 2020 ini Kota Sungai Penuh memperoleh dua tahap, dimana pada tahap pertama berjumlah 250 unit. Karena progres untuk tahap pertama ini lebih cepat dari Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Jambi, maka pada bulan Juni kemarin provinsi kembali menambah 200 unit," kata Tauviq, Kamis (27/8/2020).

Ditambahkan Tauviq, untuk BSPS tahap satu pelaksanannya di dua Kecamatan 6 desa, yaitu Koto Baru dua desa dan Hamparan Rawang empat desa. Sedangkan untuk tahap kedua pelaksanannya di tiga Kecamatan juga 6 desa yakni, Hamparan Rawang empat desa, Kumun Debai satu desa, dan Sungai Bungkal satu desa.

"DAK BSRS pelaksanannya di Kecamatan Tanah Kampung satu Desa, Pondok Tinggi empat desa, Hamparan Rawang satu desa dan Kecamatan Koto Baru satu desa," tambahnya.

Lebih lanjut, Kabid Perumahan Disperkim menuturkan, hingga saat ini progres dari BSPS pengerjaan yang tahap satu sudah mencapai 90 persen, sedangkan yang tahap kedua baru mulai dan saat ini sedang dalam proses pendistribusian.

"Jumlah Anggaran untuk tahap satu Rp 4,3 miliar dan tahap kedua Rp 3,5 miliar. Yang masing-masing penerima anggarannya Rp 17.500.000, terdiri dari Rp 15 juta untuk bantuan bahan bangunan dan Rp 2.500.000 untuk upah kerja (upah tukang)," jelasnya.

Penulis: heru
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved