Breaking News:

Positif Corona Jambi Tambah

Dimasa Pandemi Covid-19, Budidaya Ikan Jadi Penyelamat Ekonomi Warga di Tanjab Timur

Budidaya ikan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) masih menjadi penolong ekonomi warga di masa pandemi Covid-19.

Tribunjambi/Abdullah Usman
warga budidaya ikan di Tanjab Timur. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK  - Budidaya ikan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) masih menjadi penolong ekonomi warga di masa pandemi Covid-19. Dinas Perikanan sebut harga ikan budidaya di pasaran mencapai Rp 15-20 ribu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan Tanjabtim, Ibnu Hayat dikatakannya, bahwa itu terjadi karena peredaran atau pun pemasarannya masih di dalam lokal, sehingga tidak terlalu berimbas terhadap petani budidaya ikan. Seperti pemasaran di pasar-pasar kalangan, bioflok dan pondok pesantren.

"Selain itu, pemasaran petani juga saat musim pernikahan banyak pesanannya. Tapi karena sekarang resepsi pernikahan belum bisa diadakan, jadi petani hanya menjual di pasar, bioflok dan pesantren," terangnya,  Selasa (25/8).

BREAKING NEWS Si Jago Merah Ngamuk di Mendahara Ulu, 10 Rumah Ludes Terbakar

Niat Tanam Sayuran, Warga Kasang Pudak Ditangkap Polres Muarojambi Karena Bakar Lahan

Ibnu Hayat menerangkan, bahwa ada jenis ikan yang dibudidayakan di Tanjabtim, yaitu ikan nila, lele dan patin. Namun, yang paling banyak ikan nila dan lele, karena waktu panennya cepat, beda dengan ikan patin. 

Terkait dengan harga dari petani ke pedagang saat ini juga masih normal, yakni berkisaran Rp 15 sampai 17 ribu, bahkan Rp 20 ribu. Akan tetapi beda lagi jika petani tersebut menjual sendiri di pasar.

"Petani pun tidak menjualnya sekaligus. Karena kalau borongan, harganya jadi murah. Jadi ikannya dijual sesuai dengan hari pasar. Begitu siasat petani," katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan persiapan untuk menghadapi musim kemarau, dengan memerintahkan kepada para penyuluh untuk terus memantau kondisi kolam budidaya milik petani. 

"Jika di lapangan ada terdapat permasalahan di saat kemarau, kami nanti akan meminta bantuan langsung kepada dinas perumahan dan pemukiman untuk pengadaan air irigasi. Itu sifatnya untuk penanggulangan awal," sebutnya.

Untuk diketahui, ada sekitar 350 an budidaya ikan di Kabupaten Tanjabtim, baik itu kolam maupun bioflok. Namun, setiap tahunnya ada juga daerah tertentu yang mengalami penurunan jumlah budidaya, seperti Kecamatan Mendahara Ulu dan Mendahara. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved