Breaking News:

Tiga Strategi Angkasa Pura II dan Stakeholder Gairahkan Kembali Penerbangan di 19 Bandara

President Director PT Angkas Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan transportasi udara memiliki 3 kelebihan dibanding dengan moda transportas

ist
Ilustrasi penerbangan di bandara. 

TRIBUNJAMBI.COM – Sektor penerbangan berperan penting dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah pandemi global Covid-19.

President Director PT Angkas Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan transportasi udara memiliki 3 kelebihan dibanding dengan moda transportasi lainnya.

Pertama, fleksibilitas, ditandai dengan besarnya jumlah pergerakan, misalnya jika ada permintaan/demand yang cukup besar maka maskapai pasti akan membuka rute atau meningkatkan frekuensi penerbangan.

Mantan Kabid Damkar dan Sekcam Rimbo Tengah Ditahan Polda Jambi, Kasus Korupsi Rumah Sakit di Bungo

INILAH Saingan Berat KSAD Andika Perkasa Untuk Jadi Panglima TNI, Dia Adalah KSAL Yudo Margono

Kepanikan Nagita Slavina Saat Dicurigai Terpapar Covid-19 Raffi Ahmad Sampai Langsung Ajak Swab Test

“Kedua, Penerbangan juga memiliki kapasitas yang ditandai dengan kemampuan/daya angkut yang cukup besar dan dapat dimobilisasi secara cepat. Ketiga, konektifitas, dimana moda transportasi udara adalah moda transportasi yang paling cepat dan efisien untuk membuka akses ke dan dari suatu daerah, apalagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan,” jelas Muhammad Awaluddin.

Menyusul 3 hal tersebut, PT Angkasa Pura II dan stakeholder di tengah pandemi ini fokus menggairahkan kembali penerbangan di 19 bandara.

“Strategi yang kami tetapkan adalah kembali ke bisnis inti [back to the core business], yakni bisnis aeronautika. Bersama stakeholder, PT Angkasa Pura II menjalankan tiga strategi yakni meningkatkan utilisasi slot penerbangan, pengaktifan kembali rute-rute yang sempat ditutup karena pandemi, dan peningkatan frekuensi penerbangan di rute yang telah aktif. Di saat bersamaan, kami juga menjalankan Safe Travel Campaign guna memberi keyakinan kepada masyarakat,” ujar Muhammad Awaluddin.

“Tiga strategi itu kami jalankan sejak Juli 2020 atau sekitar 3-4 bulan sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Kami berupaya menggerakkan permintaan melalui penawaran. Dan hasilnya, pada Juli – Agustus, indikator menunjukkan bahwa pemulihan penerbangan di 19 bandara PT Angkasa Pura II sudah terlihat,” ungkap Muhammad Awaluddin.

Keberhasilan strategi menggerakkan permintaan/demand melalui penawaran yang diterapkan sejak Juli 2020, dapat dilihat di bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia yakni Bandara Soekarno-Hatta, sebagai berikut:

1. Utilisasi slot penerbangan meningkat 9 persen

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada April – Juni rata-rata utilisasi slot time penerbangan cukup rendah hanya 16 persen.

Halaman
123
Penulis: fitri
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved