Breaking News:

Nama Penerima Hilang di Daftar, Kadisos Kerinci: Dihapus Karena Banyak Tumpang Tindih

Sejumlah nama penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Kerinci hilang dari daftar penerima. Padahal sebelumnya bantuan tersebut

Nama Penerima Hilang di Daftar, Kadisos Kerinci: Dihapus Karena Banyak Tumpang Tindih
TRIBUNJAMBI/WAHYU JATI KUSUMA
Ilustrasi

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Sejumlah nama penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Kerinci hilang dari daftar penerima. Padahal sebelumnya bantuan tersebut diterimanya. 

BST ini merupakan bantuan untuk masyarakat saat pandemi Covid-19. Namun secara mendadak saat ingin mengambil bantuan melihat namanya sudah tak tercantum sebagai penerima BST.

"Saya pergi ke kantor Pos di Kecamatan Keliling Danau (Jujun-Red), tapi setelah saya cek nama saya sudah tidak ada lagi," ungkap salah seorang penerima BST di Kecamatan Keliling Danau.

Dia menyebutkan, untuk bantuan BST tersebut, dirinya sudah 3 kali menerimanya. Namun saat bantuan diperpanjang nama dirinya hilang dari penerima.

"Saya tidak tahu apa penyebabnya, sebelumnya sudah menerima bantuan tidak ada masalah, kok pas diperpanjang pemerintah banyak nama penerima BST hilang. Banyak juga nama penerima lainya juga hilang," sebutnya.

Informasi yang diperoleh di lapangan, pengurangan penerima BST terjadi hampir seluruh di kecamatan yang ada di Kerinci. Hal membuat gaduh masyarakat yang tidak mengetahui apa penyebab sehingga banyak nama penerima dihapus.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kerinci, Samardin dikonfirmasi Senin (24/8), membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, pengurangan tersebut langsung dari Pemerintah Pusat.

"Ya, Data BST itu dari kementerian langsung, memang ada pengurangan, karena waktu penyaluran pertama ada tumpang tindih, maka dikeluarkan. Kan data penerima langsung dikroscek dari pusat, misalnya penerima BLT DD, Bantuan Sosial, dikroscek di pusat," jelasnya.

Selain itu lanjutnya, tidak hanya bantuan dari pemerintah pusat saja ada nama yang tumpang tindih Bantuan Sosial dari Kebupaten pun juga ditemukan.

"Dari kabupaten juga ada nama tumpang tindih, kalau persentase 20 persenlah, di tahap kedua akan dikurangi juga, karena harus menerima satu saja," pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved