Breaking News:

Mobilitas Masyarakat Mulai Dekati Normal, Tempat Perdagangan Ritel dan Rekreasi Ramai

Badan Pusat Statistik (BPS) memantau pergerakan masyarakat setelah adanya pelonggaran pembatasan berskala besar (PSBB).

Tribunjambi/Fitri Amalia
Salah satu pusat perbelanjaan di Kota Jambi, WTC Batanghari Jambi ramai pengunjung. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memantau pergerakan masyarakat setelah adanya pelonggaran pembatasan berskala besar (PSBB).

Menurut BPS, mobilitas masyarakat di tempat perdagangan ritel dan rekreasi sudah mulai meningkat dan mendekati pra Covid-19.

"Awal Juni, pemerintah sudah merelaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka menuju adaptasi kebiasaan baru. Mobilitas di tempat perdagangan ritel dan rekreasi pada Juli 2020 perlahan ke posisi normal," tutur Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference.

Berdasarkan data yang dihimpun BPS lewat google mobility index dengan periode baseline 3 Januari - 6 Februari, mobilitas penduduk pada bulan Juni 2020 sebesar minus 24,7 dari baseline. Ini membaik dari posisi bulan Mei 2020 yang terkontraksi 37,8.

Sementara pada bulan Juli 2020, kontraksi semakin menurun, yaitu menjadi minus 17,7 dan ini menjadi indikasi kalau mobilitas masyarakat semakin mendekati ke garis normal.

Namun, BPS melihat, selama Idul Adha, mobilitas masyarakat di tempat perdagangan ritel dan rekreasi menurun tajam. Suhariyanto bilang, ini disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang tinggal di rumah untuk merayakan hari raya tersebut.

"Meski di Idul Adha menurun, tapi tetap tercatat progress di sana sejak relaksasi, untuk menuju ke posisi normal," imbuhnya.

Berita ini telah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Badan Pusat Statistik (BPS) memantau pergerakan masyarakat setelah adanya pelonggaran pembatasan berskala besar (PSBB).

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved