Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Guna Tertib Penggunaan Gas 3 Kg, Pemkab Tanjabtim akan Terbitkan Kartu Kendali

Permasalahan Gas LPG di Kalangan masyarakat tidak lepas dari kelangkaan dan gas yang tidak tepat sasaran, dua hal tersebut kerap menjadi pemicu menghi

Tribunjambi/Abdullah Usman
Masyarakat di Tanjabtim antre untuk membeli gas LPG 3 kg. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Guna mengatasi permasalahan kelangkaan serta pendistribusian gas tidak tepat sasaran, Disperindag Tanjabtim akan terbitkan kartu kendali.

Permasalahan gas LPG di Kalangan masyarakat tidak lepas dari kelangkaan dan gas yang tidak tepat sasaran, dua hal tersebut kerap menjadi pemicu menghilangnya gas 3 kg di pasaran.

Guna menertibkan dan mengantisipasi hal tersebut terus berlanjut, Pemerintah Kabupaten Tanjabtim melalui Dinas perdagangan akan luncurkan kartu kendali. Dimana kartu tersebut nantinya akan dipegang bagi warga yang benar benar layak mendapatkan gas LPG 3 kg bersubsidi.

Cegah Penyebaran Virus Corona, 414 SPBU Pertamina Sumbagsel Layani Transaksi Non Tunai

Kisah Cinta Zumi Zola & Sherrin Tharia yang Tak Banyak Orang Tahu, Sempat LDR Kini Keduanya Bercerai

LOWONGAN KERJA Agustus 2020 di Perusahaan Swasta Otsuka Tersedia 5 Posisi, Daftar di Sini

Dikatakan Kabid Perdagangan Dinas Perindag Tanjabtim Afrinaldi, wacana penggunaan kartu kendali tersebut sudah lama akan dilakukan. Hanya saja pemerintah masih menyiapkan regulasi dan kesiapan lainnya.

"Pada tahun ini kita upayakan untuk segera diluncurkan kartu kendali tersebut, dimana untuk wilayah percontohan akan kita terapkan di Kecamatan Sabak Barat dulu," ujar Afrinaldi, Senin (24/8/2020).

Lanjutnya, pihaknya akan meminta data setiap pangkalan di sabak barat beserta jumlah pengguna gas LPG 3 kg dan akan di validasi oleh pihak kelurahan dan Kecamatan.

"Kita cek lagi apakah pelanggan atau pengguna LPG tersebut layak atau tidak mendapatkan gas tadi, (masyarakat kurang mampu)," tambahnya.

Hal tersebut sesuai apa yang diinginkan Bapak Bupati, bahwa penggunaan gas LPG 3 kg tersebut harus tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan masyarakat kurang mampu. Dan juga bagi pelaku usaha kecil menengah lainnya.

Gambarannya kedepan, dalam penggunaannya pangkalan hanya dapat melayani jual beli gas subsidi bagi warga yang memiliki kartu kendali tadi. Namun tidak menutup kemungkinan bagi warga menengah atas bisa memiliki.

"Regulasinya masih akan dibahas lagi. Bisa saja arga menengah keatas mendapatkan gas LPG 3 kg dengan beberapa ketentuan diantaranya dengan harga yang berbeda dengan subsidi dan tetap mengutamakan (preoritaskan) untuk kebutuhan masyarakat kecil," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved