Breaking News:

Dukung Budidaya Ikan Air Tawar, Pemprov Jambi Hibahkan Lahan Seluas 41 Ha untuk BPBAT Sungai Gelam

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi berupaya mendorong peningkatan budidaya ikan air tawar.

Tribunjambi/Zulkifli
Pj.Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, menindaklanjuti dengan menandatangani berita acara serah terima hibah tanah bersama Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Aula Balai Perikanan Budidaya Air awar, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi berupaya mendorong peningkatan budidaya ikan air tawar. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menghibahkan aset tanah seluas 41 Ha milik Pemprov Jambi kepada Kementerian Kelautan dan Republik Indonesia untuk Balai Perikanan Budidaya Air Tawar di Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (24/8/2020).

Hibah tersebut dimaksudkan agar Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa memaksimalkan pengembangan budidaya ikan air tawar, diantaranya jika membangun atau menambah fasilitas di tempat kerja balai tersebut.

Naskah hibah ditandatangani Gubernur Jambi Fachrori Umar dan Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr.Ir.Slamet Soebjakto,M.Si di Ruang VIP Bandara Sultan Thaha Syaifudin Jambi, Senin pagi.

Catat Tanggal Penerimaan BLT Karyawan Rp 600 Ribu, Langsung Dapat 2 Bulan? Cek Namamu Disini

Bercerai Dengan Sherrin Tharia, Zumi Zola Zulkifli Beri Jatah Anak Rp 20 Juta Perbulan

Setelah itu, Pj.Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, menindaklanjuti dengan menandatangani berita acara serah terima hibah tanah bersama Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Aula Balai Perikanan Budidaya Air awar, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Gubernur Jambi Fachrori Umar menyatakan bahwa penandatanganan hibah tanah ini merupakan bagian dari upaya pengembangan dan peningkatan budidaya air tawar di Provinsi Jambi, serta sebagai wujud dukungan nyata Pemprov Jambi dalam pengembangan perikanan budidaya.

Fachrori berharap agar budidaya ikan air tawar di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam bisa terus ditingkatkan secara berlanjutan, begitu juga dengan pengembangan budidaya ikan di Provinsi Jambi, yang tentunya akan membawa dampak posifit bagi Provinsi Jambi, baik dari sisi perekonomian, serapan tenaga kerja, dan kesehatan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr.Ir.Slamet Soebjakto,M.Si mengatakan, hibah ini telah diitnggu sejak lama, sejak tahun 1994, dengan mengikuti seluruh aturan yang berlaku, dan akhirnya terwujud saat ini. Dan, dirinya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Jambi dan jajaran Pemerintah Provinsi Jambi atas hibah tanah ini, yang sangat penrting dalam meningkatkan budidaya airikan air tawar.

"Kami berkomitmen betul untuk terus memperbesar BPBAT Jambi ini. Sasaran kami adalah peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya para pembudidaya," ujar Slamet.

Slamet mengungkapkan bahwa Provinsi Jambi memiliki peran penting dalam produksi ikan budidaya, khususnya untuk produksi patin, karena Provinsi Jambi memiliki potensi besar dalam budidaya ikan patin. Untuk itu, tahun depan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengundang JICA ke Jambi, khusus untuk pengembangaan budidaya ikan.

Soal Temuan Penjokian Coklit, Ini Penjelasan KPU Tanjabbar

Kisah Cinta Zumi Zola & Sherrin Tharia yang Tak Banyak Orang Tahu, Sempat LDR Kini Keduanya Bercerai

Selanjutnya, Slamet berpesan kepada jajaran BPBAT Sungai Gelam untuk berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kapasitas produksi pakan mandiri dan meingkatkan pengembangan ikan hias air tawar.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Boyun Handoyo menyampaikan, dulunya luas lahan budidaya ikan air tawar Sungai Gelam 22,5 Ha diperluas menjadi 41 Ha, merupakan wujud keseriusan dalam pengembangan budidaya ikan air tawar.

Boyun Handoto mengatakan, tugas pokok Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam merupakan pusat regional Sumatera, dari Aceh hingga Lampung, mengerjakan kerjasama teknis, produksi benih, produksi pakan, baik pakan buatan maupun pakan alami.

"Produk yang dihasilkan, selain ikan budidaya lokal air tawar, juga benih unggul, memproduksi pakan mandiri pakan alami, vaksin dan serum, bioflok (kolam terpal), dengan jumlah pegawai PNS 72 orang dan 53 orang non PNS.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Slamet Soebjakto memberikan bantuan secara simbolis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diserahkan kepada perwakilan penerima, yakni dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari kabupaten/kota se Provinsi Jambi, dengan total Rp3,7 miliar.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved